Kebutuhan Hewan Kurban di Sumbar 43 Ribu Ekor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat mencatat kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1439 hijriyah mencapai 43.000 ekor yang terdiri dari sapi, kambing dan domba.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, M. Kamil mengatakan, jika dibanding tahun sebelumnya terjadi peningkatan. Hewan kurban mencapai 42 ribu, 36 ribu ekor di antaranya sapi.

Sementara untuk stok dinilai cukup. Hal tersebu terlihat dari hasil kunjungan ke beberapa pasar ternak seperti Muaro Paneh di Kabupaten Solok, Palangki di Sijunjung dan Sungai Sarik Padang Pariaman.

“Stok cukup, itu kita lihat dari kunjungan pada sejumlah pasar ternak,” katanya di Padang, Selasa (14/8/2018).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat, M. Kamil/Foto: Ist

Diterangkan, ada tiga fokus perhatian pemerintah terkait hewan kurban. Memastikan kondisi stok, kesehatan dan tidak ada pemotongan sapi betina produktif.

“Untuk sapi betina juga aman, di pasar itu sekitar 70 persen stok sapi adalah jantan,” ujarnya.

Sementara untuk memastikan kesehatan hewan, Dinas Peternakan turun langsung pada pasar dan penampungan. Petugas melakukan pengecekan, kemudian memberikan surat keterangan kesehatan. Pengurus masjid juga didorong untuk membeli hewan kurban yang sudah mendapatkan surat keterangan sehat.

“Secara umum sapi di Sumatera Barat bebas penyakit hewan zoonosis, penyakit yang dapat menular pada manusia. Meski begitu kita tetap waspada, karena tidak semuanya berasal dari Sumbar,” katanya.

Salah seorang pedagang sapi di pasar Muara Panas, Erman mengatakan, tidak ada kekhawatiran terhadap stok sapi kurban menyongsong Idul Adha. Setidaknya, terdapat sekitar 1.300 ekor sapi dan kerbau yang siap dijual.

“Stok sapi lumayan melimpah. Penjualan juga sudah jauh meningkat,” kata Ade yang tidak merincikan berapa penjualan per hari.

Erman mengakui, stok sapi dan kerbau yang ada di pasar Muara Panas sebagian juga didatangkan dari daerah dan provinsi lain. Seperti Bangkinang, Pekanbaru, Medan dan sebagainya.

“Mayoritas yang dijual sapi jantan. Ada juga betina. Tapi, yang sudah tak produktif dan tidak bisa beranak lagi,” katanya.

Terkait harga, ia mengatakan, untuk sapi kurban berkisar dari Rp14 juta hingga Rp17,5 juta. Sedangkan kerbau berkisar Rp16 juta hingga Rp17 juta.

“Ukurannya beda. Pembeli juga berbeda. Ada yang untuk kurban kelompok, ada juga pribadi,” jelasnya.

Sementara untuk daerah Kabupaten Pesisir Selatan, hewan kurban yang akan dipotong harus dalam kondisi sehat. Pemkab melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bahkan mengerahkan petugas untuk mencek kondisi hewan tersebut.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Pessel, Hazrita mengatakan, pengecekan sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Sesuai syariat Islam, dimana hewan kurban harus dalam kondisi sehat.

Disebutkan, sejauh ini, Pessel masih menjadi salah satu daerah pemasok di Sumbar. Kemudian melihat potensi ketersediaan stok yang cukup, bahkan melebihi dari kebutuhan.

Lihat juga...