MATARAM – Ratusan titik pengungsian warga korban gempa bumi 7,0 Skala Richter (SR) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018) lalu, mulai berkurang. Banyak warga yang mulai kembali ke rumah masing-masing.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito, tidak menampik informasi tersebut. Titik pengungsian, pada areal publik, seperti di Lapangan Sangkareang, Islamic Canter, Lapangan Rembiga dan jalan-jalan umum, jumlahnya semakin sedikit. “Jika pada hari-hari sebelumnya, areal publik tersebut dipenuhi tenda darurat pengungsi, kini jumlah tenda darurat milik pengungsi sudah berkurang,” katanya, Sabtu (18/8/2018).
Data riil pengurangan jumlah pengungsi di Kota Mataram, belum masuk dari masing-masing kelurahan. Kelurahan saat ini masih fokus mendata kerusakan fisik bangunan akibat gempa bumi. Penurunan jumlah pengungsi, mulai terlihat sejak Kamis (16/8/2018) malam, karena pada Kamis pagi dini hari, Mataram diguyur hujan. “Keyakinan masyarakat dan orang tua kita dulu jika sudah terjadi gempa bumi dan hujan turun, maka kondisinya sudah membaik karena, Allah sudah menyucikan bumi,” tandasnya.
Sejak terjadi hujan, pemerintah kota juga telah menyarankan agar masyarakat kembali ke rumah. Namun demikian, warga tetap diminta waspada, karena daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam area cincin gempa bumi. Semuanya harus berada pada posisi siaga terhadap potensi-potensi kebencanaan.
Kendati titik pengungsian sudah mulai sepi, pemerintah tetap memberikan perhatian kepada masyarakat. Termasuk juga untuk pengungsi, yang masih bertahan di areal pengungsian, yang tersebar pada ratusan titik di enam kecamatan. “Perlu diketahui, selain pengungsi insidentil, kita juga punya pengungsi tetap di beberapa lingkungan, antara lain di Bertais, Tegal dan Pengempel, karena kondisi rumah mereka rusak berat dan tidak bisa ditempati, sehingga perlu penangan khusus,” tambahnya.
Berdasarkan data terakhir, jumlah pengungsi di Kota Mataram ada 93.073 jiwa. Pengungsi tersebut tersebar di 977 titik pengungsian, di enam kecamatan. (Ant)