Jakarta Kirim Bantuan ke Lombok
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta, bersama Aksi Cepat Tangap (ACT) mengirimkan bantuan logistik, untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan yang dikirim pada Minggu (19/8/2018), berupa barang dengan total berat 212 ton.
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, bantuan yang diberikan terdiri dari tenda, selimut, makanan dan kebutuhan pokok lainnya. “Pada Minggu siang ini kita menjadi saksi niat baik, yang insya Allah akan dicatat sebagai amal soleh warga Jakarta,” kata Anies saat pemberangkatan bantuan, Minggu (19/8/2018).
Bantuan dikemas di 20 truk, dan diberangkatkan Minggu pagi ke Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selanjutnya bantuan akan dibawa ke Lombok dengan Kapal Fery. “Warga Jakarta secara fisik memang jauh dari Lombok, tapi hatinya ada di Lombok,” tandasnya.
Bantuan tersebut terdiri dari berbagai macam kebutuhan dasar yang dinilai sangat dibutuhkan pengungsi. Seperti tenda, selimut, penjernih air, makanan, dan susu. “Kita perlu gaungkan, 212 ton ini belum cukup untuk membantu saudara-saudara kita di Lombok. Kita ingin agar upaya rehabilitasi, bangkit kembali, ditopang oleh saudara-saudara kita di seluruh indonesia,” jelasnya.
Anies menyebut, bencana yang menimpa warga Lombok adalah bencana alam besar, yang membutuhkan bantuan semua pihak. Bencana Lombok disebutnya, tidak kalah hebohnya, dengan tensi perpolitikan di Indonesia saat ini. Untuk itu dimintanya, media untuk gencar memberitakan situasi terkini di Lombok.
Warga Jakarta disebutnya, selalu mendoakan korban gempa Lombok. Dia menegaskan DKI selalu hadir untuk membantu warga korban gempa. Anies berharap, masyarakat peduli dengan warga yang tengah terkena musibah. “Pada saat seperti itu, panggilan untuk menolong harus direspons dengan sikap yang tanggap,” harapnya.
Presiden ACT, Ahyudin menyebut, bencana di Lombok sangat besar. Masyarakat Lombok saat ini mengalami musim kekeringan. Akibatnya warga Lombok kesulitan memperoleh air bersih. Lebih dari 500 ribu pengungsi, dan lebih dari 1.000 orang jadi pengungsi. “500 orang meninggal dunia, di tengah Lombok sedang dalam musim kekeringan,” ungkap Ahyudin.
Ahyudin menuturkan, waktu tempuh perjalanan bantuan logistik ke Lombok terseb ut diperkirakan tiga hari. Setibanya di Lombok, truk langsung menuju pos logistik yang berada di kota Mataram, tak jauh dari Lombok. “Pos logistik ini lah yang terus menyuplai logistik ke sejumlah titik-titik pengingsi di Lombok,” pungkasnya.