LKKS Galang Kemitraan Dengan Posdaya
Editor: Mahadeva WS
PADANG – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), Provinsi Sumatera Barat, tiada henti mengajak, semua pihak untuk membangun kemitraan dengan Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya). Bagi LKKS, Posdaya adalah sebuah organisasi masyarakat yang mampu menjadi garda terdepan mengentaskan kemiskinan.
Ketua LKKS Sumatera Barat, Nevi Zuairina berpendapat, jika kondisi kemiskinan tidak segera dituntaskan. Maka akan muncul banyak persoalan lain, yang mengepung masyarakat kurang mampu. Salah satunya ialah persoalan kesehatan. Tidak dapat dipungkuri, persoalan kemiskinan adalah titik awal penyebab adanya persoalan kesehatan. Sebut saja, untuk gizi buruk, disabilitas, dan penyakit-penyakit lainnya.
Dengan kondisi tersebut, Nevi mengajak LKKS, mulai dari provinsi hingga ke tingkat kabupaten dan kota, untuk menggalang kemitraan dengan Posdaya. Posdaya dapat menjadi forum silaturahmi, untuk mengetahui adanya keluarga yang memiliki alasan tertentu bisa mempunyai persoalan kesehatan. “Saya sangat menginginkan pemerintah sadar dengan peran Posdaya ini. Karena dari yang saya lihat di berbagai provinsi di Indonesia, ternyata dengan menjadikan Posdaya mitra, sangat ampuh mengentaskan persoalan sosial yang terjadi,” katanya, Minggu (19/8/2018).
Mengenai komitmen mengangkat status sosial, hal itu tertuang di dalam UU No.11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), juga berusaha mengembangkan pemberdayaan sebagai upaya dini mencegah, atau mengurangi terjadinya persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, cara menggandeng Posdaya dalam hal persoalan sosial, adalah sebuah gagasan yang baik. Untuk itu, program utama dari LKKS Sumatera Barat adalah pembentukan Posdaya di seluruh nagari, sebagai forum silaturahmi untuk memerangi kemiskinan.
Nevi mengatakan, upaya pembentukan Posdaya di Sumatera Barat, tidak terlepas dari status tiga kabupaten yang termasuk daerah tertinggal. Ketiganya adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Solok Selatan. Maka dari itu, perlu adanya pembentukan Posdaya diseluruh nagari. Apabila hal tersebut tuntas, maka program-program untuk mengurangi kemiskinan sebagai penyebab utama ketepurukan kondisi kesehatan masyarakat, kurang pendidikan dapat dicegah secara dini.
Begitu juga dengan program-program pengembangan kebun bergizi, sebagai program yang memungkinkan setiap keluarga, memperoleh asupan gizi yang baik dari kebun sendiri. Kebun bergizi juga dapat menjadi jaminan, perbaikan gizi keluarga dimulai dari kebun sendiri. “Lalu untuk program pengembangan PAUD, yang menampung semua anak balita, menjadi awal dari deteksi dini kesehatan semua anak balita. Jadi, dengan mengetahui perkembangan anak secara dini diharapkan dapat dicarikan solusinya,” jelasnya.
Salah satu kegiatan yang berkembang di Posdaya adalah, hidupnya jiwa dan semangat gotong royong. Di Sumatera Barat, keberadaan Posdaya mulai marak. Keberadaanya mendorong kemunculan semangat gotong royong, saling membantu tanpa menunggu uluran tangan pemerintah.
Nevi menegaskan, keputusan LKKS bulat untuk mengentaskan kemiskinan di Sumatera Barat. Untuk itu, Yayasan Damandiri diharapkan dapat membantu mempersiapkan perluasan pembentukan Posdaya di seluruh provinsi Sumatra Barat. Kini, hal yang dilakukan LKKS ialah pembinaan terhadap Posdaya yang telah terbentuk. Bagi LKKS, Posdaya tidak bisa dilepas begitu saja, karena Posdaya dijalankan oleh masyarakat. Posdaya menjalankan empat pilar, yakni pilar pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi, sebagai langkah untuk mengentaskan kemiskinan.
Pembinaan dilakukan dengan memberikan solusi, persoalan yang dihadapi oleh Posdaya dalam membantu masyarakat. Misalnya persoalan minimnya kesadaran masyarakat soal pendidikan, LKKS memberikan cara mensosialisasikan pentingnya pendidikan. “Setiap daerah di Sumatera Barat ini beragam persoalan masyarakatnya. Jadi semenjak dibentuknya Posdaya di Sumatera Barat melalui kerjasama Yayasan Damandiri ini, kalau yang tinggal di kawasan pinggiran pantai, kebanyakan persoalan kebersihan, seperti tidak mempunyai jamban yang bersih. Kalau yang tinggal di kawasan daerah perbukitan, persoalannya ekonomi. Hal ini telah kita pelajari, makanya LKKS fokus melakukan pembinaan,” jelasnya.
Dalam melakukan pembinaan, LKKS menjadwalkan pembinaan secara rutin. Kegiatan dilakukan setiap bulan di daerah yang berbeda. Dalam setiap momen pembinaan, dihadirkan puluhan Posdaya.