Mendekati Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Meningkat
Editor: Mahadeva WS
LAMPUNG – Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah tinggal menghitung hari, sejumlah penjual hewan kurban di Kalianda, Lampung Selatan, mulai diserbu pembeli.
Goby, salah satu pedagang hewan kurban menyebut, dari 50 ekor hewan kurban jenis kambing yang disiapkannya, sudah terjual 30 ekor. Sebagian kambing tersebut dibeli warga, sepekan sebelum Idul Kurban. Meski sudah dibeli, hewan dititipkan kepadanya dengan tanda nama pada kambing yang sudah dibeli.
Goby yang berdagang hewan kurban sejak awal Agustus lalu menyebut, ternak kurban yang banyak dicari adalah kambing. Di pekan pertama berdagang, Goby mampu menjual 10 ekor kambing. Harga yang ditawarkan untuk kambing jenis rambon, kacang dan etawa, dibanderol dari Rp2,8juta hingga Rp3,8juta.
Pembelian mendekati hari raya disebut Goby, dilakukan warga dengan harapan bisa memperoleh harga miring. Harga kambing mendekati hari raya Idul Adha, bisa lebih murah, untuk meringankan beban operasional pemberian pakan bagi pedagang. Meski demikian, penurunan harga hanya berkisar Rp100ribu hingga Rp50ribu perekor.
Puluhan ekor kambing yang sudah dibeli warga, sebagian dibawa ke rumah, atau di dekat lokasi pelaksanaan kurban. Namun beberapa diantaranya masih dititipkan ke penjual, dan baru akan diambil pada hari raya Idul Adha, yang akan jatuh pada 22 Agustus mendatang.
Mulai ramainya pembelian hewan kurban mendekati hari raya Idul Adha, dibenarkan pedagang hewan kurban lainnya, Tubik. Pedagang tersebut menyiapkan 100 ekor kambing, 10 ekor sapi dan lima ekor kerbau. Semenjak awal Agustus Tubik sudah menjual 50 ekor kambing, empat ekor sapi dan tiga ekor kerbau. “Pembeli mulai banyak sepekan sebelum hari raya Idul Adha dan baru terjual setengah dari total stok hewan kurban yang saya sediakan,” beber Tubik.
Tubik menyebut, penjualan hewan kurban tahun ini menurun. Nilai tukar rupiah terhadap dollar yang terus merosot, ditambah dengan daya beli menurun, serta kebutuhan masyarakat untuk sekolah anak, ditengarai menjadi memicu penurunan pembelian hewan kurban. Tahun lalu Tubik, bisa menjual 100 ekor kambing,15 ekor sapi dan lima ekor kerbau.
Harga kambing kurban sudah diturunkan dibandingkan tahun sebelumnya. Satu ekor kambing jantan jenis Menggala ukuran besar, tahun lalu dijual Rp3,5juta. Saat ini hanya dijual Rp3,1juta dan belum laku. Pembeli rata rata membeli kambing dengan harga kisaran Rp2juta maksimal Rp2,5juta.
Sementara untuk sapi yang sebelumnya dijual Rp19juta hingga Rp23juta, kini diturunkan menjadi Rp18juta hingga Rp20juta. Beberapa sapi jenis peranakan ongole dan limousin, dijual dengan harga Rp18juta dan Rp20juta. Sementara kerbau yang semula dijual Rp23juta turun menjadi Rp20juta perekor.
Somad, salah satu warga yang membeli hewan kurban menyebut, memilih menyesuaikan harga beli dengan biaya yang disediakan. Bersama sang isteri ia mengaku tahun ini membeli kambing dengan harga Rp2,5juta. Kambing yang sudah dibeli dititipkan kepada pedagang, dan akan diambil satu hari sebelum hari raya Idul Kurban. Hewan kurban tersebut akan diserahkan ke panitia kurban di desanya.