Gemblong Sambal Rebon, Menu Pengganti Sarapan Nan Lezat

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Gemblong, makanan tradisional berbahan beras ketan, merupakan salah satu makanan camilan yang sangat digemari warga Lampung. Makanan yang kerap dibuat oleh warga suku Jawa tersebut, kini banyak dibuat oleh warga Lampung.

Siti Nurjanah, salah satu warga Desa Padan Kecamatan Penengahan, yang merupakan warga asli Lampung menyebut, kue gemblong kerap disebut sebagai jadah ketan, uli, gemblong, atau ketan goreng. Kue gemblong, kerap disajikan pada momen khusus, seperti acara istimewa kelahiran, pernikahan atau saat membangun rumah. Meski demikian, kini kue tersebut kerap hadir dalam acara arisan keluarga atau pertemuan yang menyajikan kue sebagai hidangan.

Berbahan beras ketan, pembuatan kue gemblong mudah dilakukan, karena resepnya cukup sederhana. Kue gemblong sengaja dibuat Siti Nurjanah, untuk para pekerja yang tengah mengerjakan salah satu ruangan di rumahnya. Kue gemblong menjadi menu pagi hari, sebagai pengganti atau pelengkap sarapan sebelum dan di sela-sela aktivitas pagi.

Proses pembuatan yang cepat dan sederhana, menjadi pilihan warga untuk membuat menu kuliner. “Sebagai makanan tradisional, kue ini sangat disukai oleh keluarga dan bisa disantap sebelum beraktivitas pagi. Bisa digunakan untuk bekal jika musim panen cengkih atau kakao di kebun,” ujar Siti Nurjanah, saat ditemui Cendana News, Sabtu (18/8/2018).

Ketan yang sudah dikukus selanjutnya ditumbuk oleh Siti Nurjanah dengan menggunakan alu diberi alas plastik agar tidak lengket untuk menghaluskan nasi ketan bahan kue gemblong [Foto: Henk Widi]
Siti Nurjanah menyebut, menyediakan setengah kilogram beras ketan putih, satu butir kelapa yang sudah cukup tua untuk diambil parutannya, dan garam secukupnya. Beras ketan putih yang akan dibuat gemblong, direndam air selama satu malam. Proses perendaman untuk membuat beras menjadi lebih empuk atau lemas.

Pada pagi harinya, beras yang sudah direndam ditiriskan sebelum dikukus. Setelah beras ditiriskan, kemudian dicampur dengan parutan kelapa sebagai penambah rasa gurih, serta diberi garam secukupnya. Proses pengukusan dilakukan hingga beras ketan menjadi nasi, yang ditandai dengan tekstur yang sudah lunak.

Setelah ketan menjadi setengah matang, nasi ketan diangkat dan dihamparkan ke daun pisang atau plastik, untuk diberi tambahan adonan parutan kelapa dan garam sebagai tambahan, agar tercipta rasa yang lebih gurih. “Setelah ketan setengah matang bisa diuleni agar tercampur merata parutan kelapa dan garam yang berfungsi sebagai bumbu,” terang Siti Nurjanah.

Setelah di uleni, ketan kembali dikukus untuk kematangan sempurna. Setelah matang, nasi ketan ditumbuk dengan menggunakan alu, alat penumbuk dari kayu yang pasangan lumpang saat menumbuk padi. Proses penumbukan dilakukan merata, hingga nasi ketan menjadi halus. Setelah halus, beras dicetak dengan dua cara, dihamparkan pada tampah yang dialasi plastik, atau dicetak menggunakan daun.

Nasi ketan tumbuk yang sudah halus, dibentuk bulat menggunakan plastik lalu dibungkus dengan daun pisang. Setengah kilogram nasi ketan bisa dibuat menjadi belasan bungkus pisang berbentuk silinder. Ketan yang sudah dibungkus tersebut kerap dijadikan bekal saat ke sawah dan ke kebun.

Kue gemblong disajikan dalam kondisi hangat. Variasi penyajian kue gemblong ketan diantaranya, digoreng dan dicocol dengan sambal rebon. Sambal rebon terbuat dari cabai merah, tomat, penyedap rasa serta taburan rebon atau udang kecil. “Sebagian gemblong ketan tetap dibiarkan dalam kondisi direbus sebagian akan digoreng untuk penyajian dengan sambal rebon,” papar Siti Nurjanah.

Setelah kue gemblong ketan yang digoreng matang, bisa disajikan dalam piring khusus lengkap ditemani dengan kopi atau teh hangat. Sajian tersebut menjadi penganan yang menemani para pekerja disela sela istirahat. Gita, sang anak yang menyukai kue gemblong ketan menyebut, kue tradisional tersebut lebih gurih saat digoreng. Rasa krispi ketan bagian luar dalam kondisi hangat bisa disantap bersama dengan cocolan sambal rebon yang menyerupai sambal terasi.

Lihat juga...