Dinkes Kepri Nyatakan Daerahnya Potensial KLB Campak-MR

Imunisasi, ilustrasi -Dok: CDN
TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, memperingatkan masyarakat, bahwa wilayah itu potensial ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) akibat penularan campak dan rubella.
“Kita semua tidak menginginkan penyakit yang ditularkan melalui udara itu menyebar luas, tetapi hasil analisis kesehatan, memungkinkan terjadi KLB jika tidak diantisipasi,” kata Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa (28/8/2018).
Tjetjep menjelaskan, indikator penyakit campak dan rubella dapat menyebar luas dapat dilihat dari jumlah penderitanya, letak geografis Kepri dan jumlah warga yang sudah diberi vaksin MR. Jumlah warga Kepri yang terinfeksi rubella sebanyak 114 orang, sedangkan campak mencapai 170 orang.
Jumlah penderita campak dan rubella itu diperkirakan lebih dari itu, jika dihitung dengan penderita yang tinggal di pulau-pulau.
Sementara jumlah anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang telah diimunisasi vaksin MR, hanya 27 persen dari 680 ribu orang. Berdasarkan hasil analisis kesehatan, persentase vaksinasi MR yang tidak mencapai 90 persen, tidak membuahkan hasil yang maksimal.
“Dari aspek kesehatan, 60 persen saja yang diimunisasi, percuma, karena masih banyak yang potensial tertular,” ucapnya.
Tjetjep mengatakan, warga asing yang masuk Kepri juga potensial menyebarkan virus campak dan rubella. Saat ini, kata dia, sebanyak 40 ribu warga Eropa terjangkit penyakit yang mematikan tersebut.
“Kepri merupakan wilayah tujuan wisata bagi warga asing. Kita tidak mengetahui apakah turis tersebut bebas penyakit itu atau tidak,” katanya.
Dari tiga indikator itu, menurut dia, mendorong pemerintah untuk terus mengampanyekan vaksinasi MR, dan mendorong pihak sekolah, agar mengizinkan petugas mengimunisasi para pelajar. Saat ini, banyak petugas kesehatan yang ditolak oleh pihak sekolah.
“Petugas datang dengan semangat untuk melindungi para generasi muda dari penyakit yang dapat menimbulkan kebutaan, tuli dan kerusakan paru-paru, tetapi ditolak. Kasihan mereka,” tuturnya.
Tjetjep mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk mengizinkan petugas memberi vaksin MR kepada anak-anak. Apalagi, MUI sudah membolehkan vaksin tersebut diberikan kepada anak-anak.
“Mari kita bersama-sama melindungi anak-anak yang kita sayangi, generasi penerus bangsa, dari serangan campak dan rubella,” katanya.(Ant)
Lihat juga...