Deteksi Anak Stunting, Dinkes Balikpapan Datangi Rumah Warga

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kabid Binkesmas Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Hasil survei Pemerintah Pusat, terdapat 30 persen atau 4 ribu anak di Balikpapan terindikasi mengalami stunting. Pasalnya, untuk mengetahui data tersebut Dinas Kesehatan Kota Balikpapan bersama petugas Puskesmas langsung melakukan pendataan dengan mendatangi rumah warga.

“Itu memang datanya dari Kementerian Kesehatan dan yang melakukan survey adalah mereka ke seluruh Kabupaten dan kota. Semuanya harus ditangani segera,” terang Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan kota Balikpapan, Sri Juliarty, Kamis (16/8/2018).

Untuk mengetahui 30 persen itu mana saja, pihaknya harus mendatangi rumah warga untuk mendata langsung.

“Karena pusat hanya memberikan data persentase saja, bukan data by name by address,” sebutnya.

Menurut Sri Juliarty, dalam program Indonesia Sehat juga salah satunya melakukan kunjungan dari rumah ke rumah sehingga pihak Dinas Kesehatan bersama Puskesmas maupun petugas Posyandu fokus mencari anak stunting dan kasus gizi lainnya.

“Apabila petugas menemukan maka segera diberikan pemahaman mengenai penyebabnya dan bagaimana mengembalikan pertumbuhan si anak sesuai dengan usianya,” paparnya.

Tidak hanya datang ke rumah warga, Sri Juliarty juga menyebutkan upaya lainnya dengan datang ke sekolah dengan melihat rapor kesehatan untuk menjaring anak-anak yang terindikasi.

“Kita juga masuk ke sekolah-sekolah. Apalagi sekarang ada rapor kesehatan untuk menjaring anak sekolah kan. Stunting berpedoman pada umur dan tinggi badan atau umumnya anak bertumbuh pendek,” tandasnya.

Lihat juga...