Annual Meeting IMF, BI Bali Prediksi Perputaran Uang 4,6 Triliun

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

KARANGASEM — Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Causa Iman Karana memperkirakan, perputaran uang saat Annual Meeting IMF di Bali, 18 Oktober mendatang sebesar 4,6 Triliun. Hal tersebut dinilai membawa dampak positif terhadap masyarakat Indonesia khususnya bagi masyarakat di daerah setempat.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Causa Iman Karana menjelaskan, perputaran uang sebesar 4,6 Triliun bersumber dari beberapa pos anggaran, seperti spending tamu yang mencapai belasan ribu orang, anggaran kepanitiaan.

“Pembangunan infrastruktur dengan tujuan untuk kelancaran IMF juga cukup menyita banyak anggaran,” ucap Causa Iman Karana di Denpasar, Kamis (2/8/2018).

Diuraikan, pembangunan tersebut seperti Perluasan bandara internasional Ngurah Rai, pembangun proyek underpass bandara, pembangunan GWK. Semuanya diperkirakan akan rampung sebelum acara IMF berlangsung.

“Sementara untuk manfaat jangka panjang, ke depan Indonesia khususnya Bali dapat menjadi percontohan dalam menyelenggarakan kegiatan pertemuan kelas dunia. Hal tersebut akan membawa dampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata yang ada di Bali,” terangnya.

Saat ditanya terkait persiapan jelang pertemuan itu, ia memastikan sudah mencapai sekitar 84 persen. Kesiapan tersebut di antaranya keamanan, tempat acara, kesehatan, tanggap bencana, transportasi, dan kesiapan lainnya.

Causa menambahkan, selain pertemuan sidang utama IMF yang akan dihadiri oleh kepala negara, menteri keuangan dan gubernur bank sentral seluruh dunia, juga akan ada beberapa pertemuan lain di waktu serta dalam tempat yang bersamaan.

Isu dalam pertemuan, kata dia, juga membahas perkembangan terkini seperti ekonomi digital, perdagangan antarnegara, inklusi keuangan, ketahanan panganan dan isu ekonomi terkini lainnya.

“Pertemuan itu nantinya sebagai agenda pendukung selama berlangsungnya pertemuan ekonomi dunia itu, 8-14 Oktober 2018. Seminar dan pertemuan akan membahas perkembangan ekonomi terkini, proyeksi mendatang, teknologi dan lainnya. Ini sangat bagus untuk transfer ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, Pertemuan IMF dan Bank Dunia akan berlangsung di Nusa Dua pada 18 Oktober mendatang. Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh 18 ribu delegasi dari 189 negara di dunia.

Lihat juga...