Tingkatkan Kepedulian Masalah Hepatitis
JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI mendorong peningkatan kepedulian dan pengetahuan masyarakat terhadap masalah hepatitis dalam memperingati Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli.
“Peringatan Hari Hepatitis Sedunia bertujuan untuk meningkatkan perhatian, kepedulian dan pengetahuan berbagai pihak tentang besarnya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh virus hepatitis,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Wiendra Waworuntu Jakarta, Jumat.
Hal itu disampaikan Wiendra dalam Temu Media tentang Hepatitis dengan tema “Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa”.
Pada tema nasional peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2018, Indonesia mengangkat tema “Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa”.
Pemerintah Indonesia berharap upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang bahaya hepatitis dilakukan tidak hanya pada saat peringatan Hari Hepatitis Sedunia, tetapi dilakukan terus menerus dalam setiap kegiatan di masyarakat.
Indonesia sudah melakukan upaya pengendalian hepatitis B sejak 2014. Pada 2014, proyek percontohan Deteksi Dini Hepatitis B (DDHB) pada ibu hamil dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, dan pada 2015 DDHB dilaksanakan di beberapa provinsi pengembangan. Kemudian, pada 2016 DDHB sudah dilaksanakan secara nasional.
Kegiatan DDHB meliputi pemeriksaan ibu hamil untuk mengetahui status Hepatitis B, apabila hasil pemeriksaan ibu hamil tersebut reaktif maka dilakukan pemantauan sampai bersalin. Anak yang lahir dari ibu hamil yang berstatus hepatitis B reaktif diberikan vaksin HBO untuk dosis lahir dan Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) sebelum 24 jam.
“Melaksanakan Deteksi Dini Hepatitis B berarti telah melakukan upaya deteksi dini untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa di masa depan,” tuturnya.
Dia menuturkan rangkaian peringatan Hari Hepatitis Sedunia dirayakan dengan berbagai kegiatan, seperti temu blogger, temu media, dialog interaktif dan pameran kesehatan.
Puncak acara peringatan Hari Hepatitis Sedunia akan dilaksanakan pada 31 Juli 2018 di Rusunawa Rawabebek Pulogebang, Jakarta Timur. Acara tersebut akan berisi kegiatan antara lain berupa senam bersama, dialog interaktif, deteksi dini hepatitis B, pameran kesehatan, panggung hiburan rakyat serta pembagian hadiah.
Seluruh lapisan masyarakat Indonesia diharapkan melakukan penanggulangan hepatitis komprehensif melalui pencegahan dan pengobatan. Untuk itu, deteksi dini perlu terus dilakukan.
Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Irsan Hasan mengatakan kesadaran terhadap bahaya hepatitis harus muncul dari semua pihak mulai dari tenaga medis, masyarakat bahkan media dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terhadap masalah hepatitis.
“Hepatitis itu diidap tanpa dirasakan kemudian baru ketahuan pada saat sudah lanjut. 80 persen orang datang periksa sudah dalam keadaan terlambat,” ujarnya.
Irsan menuturkan Indonesia merupakan prakarsa Hari Hepatitis Sedunia pada 2010. Hepatitis menjadi masalah penting di Indonesia namun masih kurang mendapat perhatian.
“Dokter sendiri harus diakui kadang tidak terlalu perhatian dengan hepatitis,” tutur Irsan.
Hari Hepatitis Sedunia diperingati tiap 28 Juli karena tanggal itu merupakan tanggal kelahiran Baruch Samuel Bloomberg yang merupakan penemu virus hepatitis B.
“Intinya ‘awareness‘ (kesadaran) dan edukasi karena kesadaran masih sangat kurang,” ujarnya. (Ant)