Tanamkan Kesiapsiagaan, SDN Jaten Gelar Simulasi Bencana

Editor: Satmoko Budi Santoso

Ilustrasi -Dok: CDN

SOLO – Kewaspadaan terhadap bencana alam mulai ditanamkan sejak dini terutama bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pengenalan jenis bencana alam dan cara antisipasi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan simulasi bencana gempa bumi yang diselenggarakan di SD Negeri 3 Jaten, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.

Simulasi bencana gempa bumi ini melibatkan ratusan siswa serta tenaga pendidik dan karyawan SD Negeri 3 Jaten diawali dengan adanya kepanikan sesaat setelah sirine berbunyi tanda terjadinya bencana.

Para siswa dilatih sigap untuk bisa menyelamatkan diri mereka masing-masing dengan cara berlindung.

“Saat simulasi ini kita minta anak-anak untuk melindungi kepala mereka dengan menggunakan tas kemudian keluar kelas. Dalam antisipasi bencana seperti gempa bumi yang sangat dibutuhkan adalah tidak panik. Ini yang memang agak sulit, karena terjadinya hal membahayakan kepanikan selalu muncul,” kata Manager Training PMI Karanganyar, Ariyanto kepada awak media, Kamis (26/7/2018).

Tugas sekolah serta tenaga Palang Merah Remaja (PRM) diuji dalam simulasi ini, yakni harus sigap dalam penanganan bencana. Di antaranya pengetahuan tentang evakuasi dan penanganan korban luka maupun kritis.

“Pemahaman sigap saat ada korban ini seperti memberikan tanda pada korban. Misalnya merah untuk korban luka berat, warna kuning untuk luka ringan dan sedang, atau warna hitam untuk korban meninggal dunia,” terang Ariyanto.

Dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi juga menampilkan kesiapsiagaan dalam penanganan korban pasca dievakusi dari lokasi. Salah satunya diantaranya adalah penanganan pertama. Misalnya saat evakuasi korban dari lokasi hingga ke pos penanganan kesehatan hingga dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Simulasi tersebut juga melibatkan tim profesional seperti dari PMI, prajurit TNI dan kepolisian. Menurut dia, di Karanganyar terdapat dua sekolah siaga bencana, yakni SDN Gempolan 1 dan SMPN Ngargoyoso. Seluruh jajaran di dua sekolah tersebut telah mampu mampu menerapkan kesiapsiagaan kebencanaan.

“Sekolah tersebut memiliki potensi kerawanan terhadap bencana longsor. Sebelumnya kita telah memberikan pembekalan terhadap pihak sekolah serta para siswanya. Kita lakukan beberapa simulasi dan mereka telah siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 03 Jaten, Sutardi menjelaskan setidaknya terdapat 568 siswa yang dilibatkan dalam simulasi tersbeut. Seluruh siswa sebelumnya telah diberikan informasi akan adanya simulasi penanganan bencana, sehingga dapat menambah pengetahuan siswa tentang manajemen kebencanaan.

“Simulasi ini kita tekankan untuk bisa proaktif dalam antisipasi dan meminimalisir korban. Caranya yakni dengan memberikan pembekalan terhadap anak akan pentingnya siap siaga dalam kondisi apapun,” pungkasnya.

Lihat juga...