Pangan Barito Selatan Mahal Akibat Minim Infrastruktur
PALANGKA RAYA — Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hadi, berpendapat harga-harga barang, khususnya komoditas pangan di sejumlah desa Kabupaten Barito Selatan mahal, akibat minimnya infrastruktur jalan.
“Bukan hanya minim infrastruktur jalan, beberapa desa di Barito Selatan (Barsel) hanya dapat ditempuh melalui sungai,” kata Abdul Hadi, Selasa (10/7/2018).
“Desa Tarusan salah satu desa yang hanya bisa ditempuh melalui sungai. Di Desa itu harga-harga barang sangat mahal dibandingkan di Buntok, ibu kota Kabupaten Barsel,” ucapnya.
Wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan IV meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur dan Barito Selatan ini mengaku, sering menerima aspirasi dari masyarakat desa, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Barito, mendesaknya pembangunan infrastruktur jalan.
Dia pun mengharapkan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi memberikan perhatian serius terhadap desa terpencil di Barsel. Sebab, minimnya infrastruktur tidak hanya membuka keterisolasian, tapi juga menurunkan harga-harga barang di wilayah setempat.
“Saya yakin, harga barang di desa-desa tidak lagi terlalu mahal kalau infrastrukturnya sudah ada dan bagus. Tapi memang harus diakui, luas wilayah di Kalteng ini belum sebanding dengan anggaran. Ini salah satu kendala juga dalam mempercepat pembangunan infrastruktur,” kata Hadi.
Mengatasi minimnya anggaran, anggota Komisi D DPRD Kalteng ini menyarankan agar Pemkab Barsel lebih kreatif dan berinovasi. Jika memungkinkan, berkoordinasi dengan kabupaten lain, yang berbatasan langsung dengan kabupaten setempat.
Dia mengatakan, untuk Kabupaten Barsel bisa berkoordinasi dan menyamakan program perbaikan infrastruktur dengan Kabupaten Barito Utara. Sebab, desa di dua kabupaten ini banyak yang masih terisolir.
“Kalau infrastruktur terbangun, akses angkutan sembako lebih gampang dan harganya lebih murah. Dan jalur ini juga akan tembus ke daerah Barut, ke wilayah Kandui,” pungkasnya. (Ant)