Nasi Jinggo Khas Bali yang Murah Meriah
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
DENPASAR — Nasi Jinggo, salah satu makanan khas dari ‘pulau seribu pura’ ini cukup mudah didapatkan di Bali. Hampir di setiap tempat menjajakan makanan yang murah meriah tersebut, tidak terkecuali di Kota Denpasar.
Nasi jinggo ini mirip dengan nasi kucing yang ada di Kota Yogyakarta. Biasanya dibungkus menggunakan daun pisang muda atau daun muda lainnya. Namun karena perkembangan zaman, saat ini kebanyakan penjual menggunakan kertas minyak.
Begitupun pula dengan isian lauknya, bisanya nasi jinggo di masyarakat Bali menggunakan daging babi. Namun jangan khawatir, bagi anda yang beragama Islam, banyak juga penjual yang menggunakan lauk seperti telur, daging ayam, sapi dan rempelo.
Seperti yang yang dijual oleh Fia di bilangan Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Waturenggong, Denpasar Selatan. Wanita asli Sampang ini menjual nasi Jinggo dengan lauk yang dijamin halal. Tak hanya itu, yang membedakan nasi Jinggo buatannya ini terletak pada sambelnya.
“Biasanya nasi Jinggo menggunakan sambal merah, kalau saya ini menggunakan sambal ijo,” tutur Fia saat ditemui di tempat usahanya, Sabtu (28/7/2018).
Selain itu, yang membedakan nasi Jinggo buatannya ini juga diberi serundeng (sejenis kelapa parut lalu digoreng di atas wajan tanpa menggunakan minyak). Sehingga tak jarang rasa nasi jinggo buatannya lebih gurih saat dimakan.

Fia mengaku, dalam sehari ia mampu menjual nasi jinggo sebanyak 350 bukus dengan untung ratusan ribu rupiah. Harga satu nasi Jinggo dijual 5.000 ribu rupiah.
“Kebanyakan pembelinya para pekerja maupun anak sekolah,” kata ibu dengan dua anak ini.
Harry, salah seorang pembeli menyebutkan, selain harganya yang murah, nasi jinggo ini juga enak.
Harry mengaku, ia biasa membeli Nasi Jinggo saat waktu makan siang karena paling cocok dipadukan dengan es teh karena cuaca di Kota Denpasar belakangan ini cukup panas.
Nasi jinggo (atau nasi jinggo) adalah makanan siap saji khas Bali yang dikemas daun pisang dengan porsi kecil. Sebelum Krismon tahun 1997, nasi jinggo dijual per porsi seharga Rp1.500,- (dalam bahasa Hokkien, jeng go memiliki arti “seribu lima ratus”).
Karena porsi nasi jinggo sangat sedikit, pembeli biasanya membeli nasi jinggo sebanyak beberapa bungkus agar dapat kenyang. Selain dijual di jalan, kini nasi jinggo menjadi sajian alternatif untuk berbagai upacara religius seperti ngaben, perayaan ulang tahun, dan rapat di desa adat Bali.