KUPANG – Kasus penyakit Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, cukup tinggi sehingga perlu penanganan serius untuk menanggulanginya.
“Kami mencatat, hampir setiap hari ditemukan adanya penderita penyakit menular berbahaya tersebut di kota kupang,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Kupang, Steven Manafe, di Kupang, Senin (30/7/2018).
Hal ini disampaikannya menanggapi banyaknya jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Kupang, yang sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, tingginya kasus penderita HIV-AIDS itu merupakan sebuah fenomena temuan baru, semakin memprihatinkan dan meresahkan warga di ibu kota provinsi NTT itu.
“Dengan banyaknya temuan baru, kasus penderita HIV-AIDS, ini seperti fenomena gunung es yang telah mencair dan kondisi ini memprihatinkan”, kata Steven.
Steven mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki oleh KPA provinsi, jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Kupang berjumlah 1.323 kasus. Jumlah tersebut terhitung dari Januari-Juni 2018.
Dengan rincian, penderita HIV sebanyak 917 orang, dan AIDS sebesar 406 orang, yang didominasi oleh kaum laki-laki 789 orang dan perempuan 534 orang.
Penderita tersebut tersebar di Kecamatan Maulafa 19 persen, Kelapa Lima dan Oebobo 17 persen, Alak, Kotalama dan Kota Raja 16 persen. Namun, menurutnya, jumlah tersebut merupakan jumlah sementara, karena memang setiap hari selalu ditemukan kasus ini.
Untuk mencegah semakin menyebarnya kasus tersebut, berbagai penyuluhan, pelayanan serta pemantauan dan pengendalian selalu dilakukan oleh pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini KPA. (Ant)