Penumpang Pejalan Kaki Pilih Menginap di Pelabuhan Bakauheni

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah penumpang pejalan kaki asal Pulau Jawa tujuan beberapa kota di Lampung memilih menginap di Pelabuhan Bakauheni.

Suardi (30) salah satu penumpang pejalan kaki asal Bandung Jawa Barat dengan kapal laut tiba di pelabuhan Bakauheni malam hari. Bersama keluarga ia memilih menginap di ruang tunggu pelabuhan menunggu pagi hari untuk melanjutkan perjalanan ke Kotabumi Lampung Utara.

Paska melakukan perjalanan darat dengan bus ke Merak,Banten ia mengaku tiba sore hari di Merak. Perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam membuat ia dan keluarga tiba di pelabuhan Bakauheni malam hari.

Suardi mengaku enggan melanjutkan perjalanan malam hari dengan alasan faktor keamanan. Sebab disebutnya prediksi tiba di terminal Rajabasa Bandarlampung masih malam hari dan belum ada kendaraan bus ke arah Kotabumi saat malam.

“Kami memilih menginap di ruang tunggu menunggu pagi hari karena bus sudah siap dan prediksi sampai di Kotabumi siang, kalau perjalanan malam hari kuatir dengan keamanan di jalan,” terang Suardi salah satu penumpang asal Bandung yang ditemui Cendana News di ruang tunggu pelabuhan Bakauheni, Selasa malam (5/6/2018).

Suasana pengamanan di area loket penjualan tiket kendaraan – Foto Henk Widi

Suardi menyebut memutuskan berangkat mudik ke kampung halamannya di Kotabumi lebih awal. Sebab diakuinya libur anak sekolah akan berlangsung mulai tanggal 9 Juni.

Perjalanan lebih awal diakuinya menghindari kemacetan di jalan serta berdesak desakan di kapal. Meski demikian waktu perjalanan saat tiba malam hari membuat ia dan keluarganya harus menginap malam hari di pelabuhan Bakauheni.

Beruntung ungkap Suardi, fasilitas di pelabuhan Bakaauheni pada angkutan lebaran 2018/1439 Hijriyah lebih baik dibanding tahun lalu. Fasilitas yang disediakan diantaranya tempat menbah daya baterai telepon seluler (charging box), karpet untuk istirahat, toilet, dispenser air minum. Selain itu, pengamanan oleh petugas keamanan diperketat di area ruang tunggu pelabuhan.

“Malam hari kami terpaksa menginap di ruang tunggu pelabuhan Bakauheni menunggu pagi naik bus pertama saat pagi ke Terminal Rajabasa,” terang Suardi.

Ia juga menyebut dengan barang bawaan yang cukup banyak untuk oleh oleh dirinya kuatir ditarik oleh calo atau pencari penumpang. Calo penumpang yang menunggu di ruang kedatangan penumpang disebutnya kerap menarik barang dan memaksa naik ke kendaraan yang disiapkan. Sebagai antisipasi ia bahkan memilih melanjutkan perjalanan saat pagi hari.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto – Foto Henk Widi

Terkait penumpang di pelabuhan Bakauheni asal Pulau Jawa yang menginap, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik. Anton Murdianto menyebut di area pelabuhan Bakauheni disiapkan petugas keamanan, sebanyak 60 closed circuit television (CCTV). Sejumlah petugas BKO dari TNI AL bahkan disiagakan di dekat terminal pelabuhan Bakauheni menjaga keamanan penumpang.

“Kami sudah siapkan ruang menginap bagi penumpang yang tiba malam hari,sebab meski ada kendaraan penumpang memilih menginap,”terang Anton Murdianto.

Sebagai antisipasi penumpang kehabisan kendaraan bus,travel saat pagi hari ia menyebut berkoordinasi dengan Organda DPC Khusus Bakauheni. Organda disebut menyiapkan sebanyak puluhan bus dan saat puncak angkutan lebaran disediakan sebanyak 50 bus cadangan.

Kendaraan tersebut akan melayani rute pelabuhan Bakauheni ke terminal Rajabasa dan rute Jalan Lintas Timur Sumatera.

Khusus bagi penumpang pejalan kaki, saat puncak arus mudik dan balik,PT.ASDP Indonesia Ferry diakui Anton Murdianto menyiapkan shuttle bus. Shuttle bus disiapkan untuk mengangkut penumpang pejalan kaki yang akan naik di dermaga V mengantisipasi padatnya pejalan kaki di dermaga I,II,III.

Lihat juga...