Mencicipi Langkitang, Kenyal-kenyal Pedas

Editor: Satmoko

PADANG – Jajanan khas Sumatera Barat langkitang ini, terbilang unik dan tidak akan dijumpai di rumah makan atau pun di restoran mewah sekalipun. Karena jajanan satu ini, hanya bisa dibeli dari sudut-sudut pasar atau pun di lokasi wisata misalnya pantai, danau.

Soal rasa langkitang ini sungguh menggiurkan, sensasi mencucuik (menyedot) itu yang membuat seseorang ketagihan saat menikmat langkitang. Berbicara tentang langkitang ini, sebenarnya bukanlah jenis jajanan yang mudah diterima oleh banyak orang. Sebab, langkitang sendiri dipahami oleh masyarakat Sumatera Barat, mirip dengan siput atau pun keong.

Langkitang sendiri dapat ditemukan di tempat yang berair seperti di sungai. Tapi tidak semua sungai memiliki langkitang, karena mengingat langkitang banyak bersembunyi di batu, maka hanya sungai yang memiliki bebatuan yang memiliki habitat langkitang.

Amira penjual langkitang di Pasar Raya Padang di antara pedagang yang ada, hanya ia yang menjual langkitang/Foto: M. Noli Hendra

Kesulitan untuk mendapatkan langkitang inilah yang menjadi alasan, kenapa jajanan seperti langkitang ini tidak begitu banyak yang menjualnya. Padahal cukup banyak peminat langkitang di sejumlah daerah di Sumatera Barat, termasuk di Kota Padang.

Salah seorang penjual langkitang di Pasar Raya Padang, Amira mengatakan, langkitang yang dijualnya dibeli dari seseorang yang memang merupakan pencari langkitang di sungai.

Harga langkitang yang dibelinya tidak menggunakan berapa berat dari langkitang tersebut, tapi hanya menggunakan takaran tertentu dari yang menjual langkitang.

Biasanya untuk satu ember langkitang dijual seharga Rp20.000 – Rp30.000. Adanya perbedaan harga itu, karena adanya ukuran langkitang. Jika langkitang berukuran kecil maka harganya akan murah, dan begitu juga sebaliknya.

Untuk menjadikan langkitang dari sungai itu untuk makanan, hal pertama yang dilakukan ialah menyiapkan bumbu yang bisa menjadi bumbu untuk mencampur rasa dalam memakan langkitan tersebut.

Amira menjelaskan bumbu yang diperlukan untuk membuat langkitang yang khas cucuik (disedot atau disesap) itu, yakni cabai merah, bawang merah dan putih, kunyit, serai, tepung dan garam. Bahan-bahan itu dimasak, dan pengental seperti membuat kuah dari kerupuk ubi singkong.

“Tapi, sebelum bumbu dimasak, perlu mencuci bersih langkitangnya, dan memotong setiap ujung langkitang. Setelah itu barulah direbus hingga mendidih. Perebusan ini dilakukan, supaya daging langkitan yang ada di dalam cangkangnya terasa empuk saat dicucuik atau disedot,” katanya, Sabtu (2/6/2018).

Apabila bumbu telah selesai disajikan dan langkitang pun telah matang direbus, saatnya dicampurkan antara langkitang dengan bumbu yang telah dimasak tersebut. Aduk hingga rata dan pastikan seluruh langkitang benar-benar telah digelemuri oleh bumbu.

Menurutnya, untuk mencicipi langkitang ini, terlihat mudah tapi akan sulit dilakukan. Karena daging langkitang yang ada di dalam cangkangnya yang keras itu, bukan dilakukan dengan cara menghancurkan cangkang langkitangnya.

Tapi dilakukan dengan cara dicucuik atau disedot, dari ujung cangkang yang telah dipotong tadi. Lalu disedot lagi, di bagian kepala cangkang, dan teruslah berupaya untuk menyedot hingga daging langkitang benar-benar telah keluar.

“Tapi ada hal yang perlu diperhatikan, untuk menyedot langkitang itu, perlu diiringi dengan sambal. Hal itu dilakukan supaya rasa sensasi mencucuik langkitangnya benar-benar terasa,” ujarnya.

Apalagi rasa bumbu yang terasa pedas, akan membuat sensasi menyedot langkitang dari cangkangnya terasa semakin lezat. Apabila bumbunya terasa pedas, dan daging langkitang  terasa kenyal, tentu membuat seseorang ketagihan untuk mencicipi langkitang tersebut.

Nah, bagi Anda yang ingin mencicipi langkitang itu, bisa datang ke tempat wisata yang ada di Kota Padang, dan juga di pasar-pasar tradisional. Anda juga perlu bersabar untuk mencari orang yang menjual langkitang itu, karena penjual langkitang itu benar-benar sedikit. Bahkan dari ribuan pedagang, hanya dua orang saja yang menjual langkitang.

Soal harganya, langkitang cucuik ini biasanya dijual mulai dari Rp5.000 per gelas atau Rp10.000 per piring. Harga yang cukup murah untuk mencicipi rasa lezat langkitang dan pedasnya bumbu yang menantang.

Lihat juga...