Menara Siger, Lokasi Rekreasi Favorit Sehabis Sahur
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Bulan suci Ramadan tidak menghalangi aktivitas warga untuk melakukan kegiatan olahraga dan rekreasi.
Salah satu lokasi favorit bagi warga Bakauheni Lampung Selatan, objek wisata Menara Siger merupakan lokasi pilihan selama bulan suci Ramadan. Objek wisata berbentuk mahkota khas wanita Lampung saat upacara pernikahan berwarna kuning keemasan tersebut terletak di ujung Selatan Pulau Sumatera.
Angel (13) salah satu anak di Desa Bakauheni bersama beberapa teman memilih Menara Siger untuk bersantai saat hari libur. Sepanjang bulan suci Ramadan 2018/1439 Hijriah, objek wisata tersebut saat hari Minggu dan hari libur sehabis waktu sahur, kerap menjadi lokasi rekreasi dan olahraga.
Kegiatan yang sama juga kerap dilakukan jelang waktu berbuka puasa atau dikenal dengan ngabuburit.

Sejumlah fasilitas untuk bermain bola futsal, jogging treck sekaligus berwisata menjadikan Menara Siger titik pertemuan setelah melakukan olahraga berkeliling Bakauheni.
“Biasanya kami menggunakan sepeda saat sore hari dan saat pagi dengan jalan kaki menikmati suasana di kawasan Menara Siger yang sejuk sekaligus melihat matahari terbit yang muncul di Selat Sunda,” terang Angel, salah satu anak yang berwisata sekaligus olahraga di kawasan objek wisata Menara Siger, saat ditemui Cendana News, Minggu pagi (10/6/2018).
Angel yang menggunakan waktu pascamelakukan sahur dan Salat Subuh menyebut berbagai aktivitas bisa dilakukan di Menara Siger. Wahana permainan anak-anak yang disiapkan khusus di antaranya ayunan, bungalow, jam matahari, amphiteater serta lapangan futsal, menjadikan kompleks Menara Siger ramai dikunjungi saat pagi.
Tangga yang ada di dekat wahana permainan anak-anak dengan sebanyak 150 lebih anak tangga kerap menjadi lokasi favorit untuk swafoto.

Udara menyejukkan dengan suara burung berkicau jenis kutilang, perkutut, ciblek saat pagi hari menambah suasana rileks saat berolahraga. Ia bahkan mengajak serta beberapa cucu untuk jogging dan berwisata.
“Kebetulan anak sebagian ada yang mudik ke Padang jadi saya gunakan waktu untuk olahraga dan rekreasi di Menara Siger,” terang Dian Anita.
Objek wisata Menara Siger disebutnya menarik dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga sesudah sahur dan Salat Subuh. Sejumlah fasilitas untuk bersantai dengan jalan setapak terbuat dari paving blok juga kerap digunakan untuk bersepeda serta jalan santai.
Udara yang sejuk di kawasan tersebut menjadi daya tarik tersendiri terutama saat bunga-bunga bermekaran ia bisa menikmati suasana pagi dengan mencium aroma bunga alami di Menara Siger.
Pascasahur dan Salat Subuh Dian Anita memastikan objek wisata Menara Siger kerap ramai dikunjungi warga setempat. Lokasi yang nyaman kala pagi tanpa ada lalu lalang kendaraan juga menjadi alasan warga melakukan rekreasi dan olahraga saat pagi.
Sepanjang Ramadan keberadaan Menara Siger dengan area yang luas sekaligus penanda KM 0 Pulau Sumatera cukup menyenangkan dimanfaatkan warga. Kala pagi hari sebelum melakukan aktivitas, Dian Anita menyempatkan waktu melakukan olahraga dan rekreasi untuk kesehatan fisiknya.

Pembukaan gerbang tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan warga dari wilayah jauh mampir saat melakukan perjalanan mudik.
“Sebagian pemudik sengaja berkunjung untuk istirahat sebelum melakukan perjalanan, biasanya akan semakin ramai hingga sore hari,” papar Sigit.
Kunjungan ke objek wisata Menara Siger diakui Sigit pada hari biasa berkisar 100 hingga 200 orang. Bagi warga sekitar, Sigit menyebut, tidak dikenakan tarif masuk lokasi wisata. Namun bagi pengunjung dari luar, tarif masuk dikenakan Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.
Saat hari libur akhir pekan kunjungan bisa berkisar 500 orang bahkan saat libur panjang bisa lebih dari 1000 orang berkunjung per hari.