Libur Lebaran, Rumah Sakit di Balikpapan Tambah Layanan Kesehatan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Libur lebaran tahun 2018 akan dimulai pada 11 Juni hingga dua minggu ke depan. Sejumlah rumah sakit menyediakan layanan kesehatan 24 jam untuk Unit Gawat Darurat ataupun IRD. Begitupula dengan layanan fasilitas kesehatan pertama maupun puskesmas.
Seiring meningkatnya jumlah pasien yang datang pada saat libur lebaran, sejumlah rumah sakit menambah dokter jaga dan spesialis serta sarana pendukung untuk melayani masyarakat.
Seperti Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo yang menambah tempat pelayanan tidak hanya pada ruang UGD, namun ruang Poli diberdayakan untuk menampung.
“Pada 11 Juni nanti direncanakan pelayanan UGD dari pengalaman sebelumnya terjadi krodit atau peningkatan. Satu shift itu bisa datang sebanyak 100 pasien, dan jumlah itu meningkat dari hari normal,” ungkap Dr Arisanty, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kanudjoso Djatiwibowo, Jumat (8/6/2018).
Dengan meningkatnya jumlah pasien yang datang maka pihaknya menambah ruangan dokter IRD selama libur lebaran agar pelayanan kesehatan dapat dilayani dengan cepat.
“Pelayanan dokter umum juga tetap ada. Jika ada rawat inap juga tetap dilayani. Pelayanan diagnosa, rekam medik dan farmasi tetap ada selama libur lebaran tetap berlangsung,” terang Arisanty kepada media.
Penambahan layanan kesehatan selama liburan juga diterapkan pada Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Balikpapan yang berlokasi di Gunung Malang.
“Akan ada 12 dokter spesialis yang siaga ditambah doter jaga selama libur berlangsung,” kata Direktur RSUD Beriman Balikpapan, Cok Ratih Kusuma.
Menurut Ratih, tidak hanya dokter spesialis, dokter jaga tetap ada setiap shift berlangsung.
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, dalam satu shift pasien yang datang bisa 80 orang dari peserta BPJS maupun umum. Jumlah itu meningkat 100 persen, sehingga petugas yang berjagapun harus ditambah agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dan lancar,” beber Ratih.
Ratih mengatakan penyakit-penyakit yang menjadi keluhan pasien saat datang adalah hipertensi, diabetes, diare dan ISPA.
“Penyakit-penyakit ini yang menjadi keluhan masyarakat setelah puasa, karena makanan yang masuk dan kondisi tubuh harus seimbang terlebih dahulu setelah puasa,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan kepesertaan BPJSnya dan tidak menunggak agar hal ini tidak menjadi kendala pasien saat melakukan pengobatan.
“Saya harapkan selalu mengecek kepesertaan BPJS, kalaupun ada tunggakan segera lapor ke BPJS bagaimana mekanismemya. Walau tak ada BPJS kami tetap melayani,” imbuh Ratih.