Warung Damandiri Jadi Harapan Mbah Parto Dapatkan Penghasilan 

Editor: Satmoko

Sebuah warung sederhana yang dibangun Yayasan Damandiri di lokasi bedah rumah Desa Kebonagung Imogiri Bantul. Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Sebagaimana program-program bedah rumah sebelumnya, Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari tak hanya sekedar memberikan bantuan berupa renovasi rumah pada warga miskin atau kurang mampu. 

Salah satu ciri khas program bantuan dari Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari adalah tetap berupaya memberdayakan warga miskin penerima bantuan agar mampu mandiri.

Disamping merenovasi rumah yang tidak layak huni, Yayasan Damandiri juga membangunkan tempat usaha bagi warga miskin penerima bantuan berupa warung sederhana di lokasi rumah tersebut.

Adanya warung sebagai tempat usaha itu diharapkan dapat menjadi modal bagi setiap warga kurang mampu untuk mendapatkan tambahan penghasilan sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup keluarganya secara mandiri.

Mbah Parto Wiarjo. Foto Jatmika H Kusmargana

Hal itu pulalah yang juga dirasakan Mbah Parto Wiarjo (72) salah seorang warga miskin penerima bantuan program bedah rumah di Desa Mandiri Lestari Kebonagung Imogiri Bantul. Selain mendapatkan bantuan renovasi, rumah miliknya yang berada di Dusun Tlogo RT 04, juga dibuatkan sebuah warung sederhana.

“Jadi selain dibuatkan kamar tidur, kamar mandi dan sebagainya, juga dibuatkan sebuah warung. Nanti rencananya seluruh isi dagangan akan diberikan oleh pihak Yayasan Damandiri. Sehingga harapannya warung ini bisa dimanfaatkan untuk berjualan dan mendapatkan penghasilan,” ujar Sudarmin yang merupakan anak kedua Mbah Parto Wiarjo.

Lansia yang sudah sedikit kehilangan pendengaran dan ingatan ini, sehari-hari tinggal bersama anak bungsunya, Slamet.

Karena itu adanya Warung Damandiri tersebut sangat diharapkan dapat menjadi modal utama bagi Mbah Parto Wiarjo dan anak bungsunya untuk mendapatkan penghasilan sehari-hari. Sehingga pada akhirnya dapat mengubah hidup keduanya menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada uluran tangan orang lain.

“Rencananya nanti, adik saya Slamet yang jualan. Karena kalau Mbah Parto kan sudah sepuh, jadi tidak mungkin. Mudah-mudahan program dari Yayasan Damandiri ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Karena adanya program Desa Mandiri Lestari ini sangat bermanfaat bagi warga desa,” pungkas Sudarmin, kakak Slamet.

Lihat juga...