UPT Puskesmas Penengahan Giatkan Germas Cegah Penyakit tak Menular

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Banyaknya masyarakat yang menderita berbagai penyakit tidak menular, membuat unit pelaksana teknis pusat kesehatan masyarakat (UPT Puskesmas) Rawat Inap Penengahan, giat melakukan kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan, Syaiful Anwar, mengatakan, akhir-akhir ini banyak masyarakat yang menderita sejumlah penyakit, terutama penyakit tidak menular. Menurutnya, faktor makanan serta pola hidup tidak sehat menjadi penyebabnya, sehingga masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui Germas.

Syaiful Anwar, menambahkan, UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan melakukan pemeriksaan secara gratis setiap enam bulan sekali, yang ditujukan kepada masyarakat dengan risiko penyakit tidak menular, seperti tensi darah tinggi, kadar gula tinggi, kolesterol, asam urat serta penyakit lain.

Saiful Anwar, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Ia mengimbau, agar masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan jangan sampai pada saat gejala terjadi baru melakukan cek kesehatan.

“Puskesmas rawat inap Penengahan memberi fasilitas melalui pemeriksaan gratis melalui program Germas, yang dipadukan dengan kegiatan senam anak, senam sehat, senam lansia, yang dilakukan setiap akhir bulan, agar masyarakat bisa menerapkan hidup sehat,” terang Syaiful Anwar, di lapangan olahraga Puskesmas, Jumat (4/5/2018).

Kegiatan Germas melalui sosialisasi rutin oleh para dokter, bidan, kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan para lanjut usia (Lansia), kata Syaiful Anwar, dilakukan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Peranan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan rutin melakukan kegiatan olahraga  difasilitasi oleh Puskesmas dengan mengadakan kegiatan pembersihan lingkungan secara gotong-royong, dan senam kesegaran jasmani setiap pekan. Khusus di Puskesmas Penengahan, kegiatan senam kesegaran jasmani dilakukan setiap akhir bulan.

Germas yang dicanangkan sejak satu tahun sebelumnya, sebut Syaiful Anwar, merupakan program Kementerian Kesehatan berdasarkan Instruksi Presiden No. 1/2017. Pencanangan dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten hingga desa bahkan telah dilakukan melibatkan berbagai sekolah dan instansi, agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat. Terlebih, masyarakat modern saat ini masih harus disadarkan timbulnya penyakit akibat faktor kurangnya aktivitas fisik.

“Sosialisasi terus kami lakukan, termasuk mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik melalui senam Germas dan pemeriksaan kesehatan balita, anak sekolah dan Lansia,” terang Syaiful Anwar.

Kegiatan Germas, lanjut Syaiful Anwar, memiliki tujuh kunci pokok, tiga di antaranya mudah dilakukan, yakni aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, makan buah dan sayur serta tidak merokok.

Kegiatan tersebut cukup sederhana, namun memiliki dampak yang begitu bagus untuk kesehatan, di antaranya jalan kaki, menyapu, mengkonsumsi buah segar dan sayuran dari kebun serta menghindari kegiatan merokok.

Selain itu, Germas bisa dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan rutin sebulan sekali, minimal enam bulan sekali, membersihkan lingkungan, memiliki jamban sehat, tidak mengkonsumsi alkohol.

Penerapan tujuh aktivitas Germas tersebut diselenggarakan oleh Puskesmas Penengahan melalui pemeriksaan kesehatan di sejumlah sekolah, membentuk Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Selain itu, bidang promosi kesehatan serta pelaksana program lain dikerahkan hingga ke pedesaan, termasuk mengajak masyarakat meningkatkan PHBS melalui sanitasi total berbasis masyarakat.

Kegiatan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas juga disosialisasikan di sejumlah lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA.

Pencanangan Germas yang terus digelar setiap akhir bulan oleh UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan diikuti oleh masyarakat dan berbagai instansi.

Pantauan Cendana News, kegiatan senam kesegaran jasmani di lapangan Puskesmas diikuti oleh ratusan peserta dari sejumlah sekolah tingkat SD, SMP, SMA, para lansia dan sejumlah instansi. Sesudah senam kesegaran jasmani, peserta memperoleh konsumsi makanan sehat berupa buah dan makanan sehat lain.

Astono (65), peserta kegiatan Germas dari Desa Kelaten, menyebut dirinya merupakan anggota pensiunan yang rutin mengikuti senam lansia. Senam lansia merupakan perkumpulan para pensiunan yang rutin berolahraga setiap pekan, dilatih oleh instruktur senam lansia.

Pada akhir bulan, Astono mengaku mengikuti senam Germas bersama 30 lebih lansia di Desa Kelaten dan mendapat pemeriksaan gratis dari petugas medis UPT Puskemas rawat inap Penengahan.

“Kami mendapatkan program senam lansia setiap pekan, pemeriksaan tensi darah, tinggi badan, berat badan serta konsultasi kesehatan setiap akhir bulan,“ papar Astono.

Ia menyebut, dengan adanya dukungan dari dinas kesehatan hingga tingkat desa, para lansia mudah memperoleh pelayanan kesehatan. Kegiatan Germas bahkan telah membuatnya bisa mengetahui upaya menjaga kesehatan dalam masa lansia.

Beberapa saran untuk menjalani masa tua melalui kegiatan positif, olahraga, menghindari makanan tidak sehat, kata Astono, telah dijalaninya dengan pendampingan dari Bidan Desa untuk Posyandu Lansia di desanya.

Lihat juga...