Ketua Forum Petani Napun Gete Jelaskan Soal Pengambilan Material
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Ketua Forum Petani Napun Gete, mengaku memang benar terjadi pengambilan material di lokasi tanah milik warga yang belum diberi ganti rugi, dan tanahnya dipergunakan untuk membangun landasan helikopter atau helipad di lokasi waduk Napun Gete.
“Dalam perencanaan konsultan perencana, lokasi tersebut agregatnya akan dipakai untuk timbunan pembangunan bendungan. Karena lokasi itu sudah ditentukan oleh konsultan, maka pihak kontraktor melakukan survey dan lokasinya berada di situ,” sebut Paulus Yan Sani, Jumat (4/5/2018).
Ketua Forum Petani Napun Gete yang memfasilitasi pihak kontraktor dan warga pemilik lahan ini, kepada Cendana News mengatakan, berdasarkan survey tersebut, pihaknya mengambil material di lahan milik Ibu Margareta Bunga, yang kemudian mempersoalkannya.
“Maka, sebelum kami masuk untuk ambil agregat, kami lakukan koordinasi dengan pemilik lahan. Sebelum pengambilan, agregat saya membantu melakukan pendekatan terhadap pemilik lahan dan waktu itu Margareta Bunga sedang berada di rantau,” katanya.
Pendekatan untuk diperbolehkan mengambil material, kata Yan, sapaannya, dilakukan melalui saudara Ibu Margareta Bunga bernama Marianus Ano, yang berada di kampung halaman yang menjadi lokasi pembangunan waduk di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama.
“Kami sudah bertemu dan mengatakan lokasi tanah milik Margareta merupakan lokasi terdampak dan pembayaran ganti rugi tanahnya berurusan dengan pemerintah daerah. Proses pembayarannya masih berjalan, sehingga kami minta ambil material,” jelasnya.
Yan menambahkan, kemarin sudah ada pengumuman, bahwa lokasi tersebut, yang dimiliki Margareta Bunga, masuk dalam lahan pembangunan bendungan Napun Gete, sehingga pasti akan dibayar oleh pemerintah.
Sementara itu, pihak kontraktor Nindya Karya yang dikonfirmasi Cendana News, mengaku bahwa Pak Agung bukan karyawan PT. Nindya Karya, tetapi PT. Indra Karya, selaku konsultan pengawas, dan dirinya tidak mengetahui adanya proses pengambilan material tersebut. Sebab, saat itu yang mengurus Pak Agung dan ketua forum, Pak Yan Sani.
Saat dicari di lokasi pembangunan Waduk Napun Gete, Agung tidak ditemukan. Padahal, dalam setiap pertemuan antara pemerintah dan pihak kontraktor dan juga Forum Petani Napun Gete, dirinya selalu hadir.
Margareta Bunga, selaku pemilik lahan, saat dialog dengan Plt. Bupati Sikka, Drs. Paulus Nong Susar, di Kantor Desa Ilin Medo, di dekat lokasi waduk, pada Kamis (3/5), meminta agar permasalahan ini segera diselesaikan secepatnya.
“Saya minta ini diselesaikan dan material saya dibayar, sebab material yang diambil tersebut berada di lokasi tanah milik saya. Mereka mengambil material tanpa sepengetahuan saya serta tidak ada uang pembayaran material,” sesalnya.
Margareta bersikeras tetap meminta dibayarkan materialnya, dengan harga satu truk 300 ribu rupiah sesuai jumlah yang diambil sebanyak 3 ribu truk. Ia mengatakan, sampai saat ini tidak menerima uang tersebut dan jangan sampai uang itu dibayarkan kepada orang lain.