Titiek Soeharto Berharap Bantuan Alsintan Solusi Modal Petani
Editor: Satmoko
YOGYAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, SE, atau akrab pula disapa Titiek Soeharto berkomitmen untuk terus mendukung dan mendampingi Kementerian Pertanian dalam merealisasikan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan para petani serta mewujudkan kedaulatan pangan.
Hal itu diungkapkan Titiek Soeharto saat menghadiri acara temu tani sekaligus penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) lewat jalur aspirasi, pada para petani di Kabupaten Kulonprogo, bertempat di Desa Bugel Panjatan Kulonprogo Jumat (11/5/2018).
Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto menyalurkan bantuan berupa 8 unit mesin traktor roda 4 untuk 8 kelompok tani di 2 kecamatan yakni Sentolo dan Panjatan. Bantuan traktor tersebut diberikan sebagai bagian program Kementerian Pertanian dalam mendorong penambahan areal tanam baru di kabupaten Kulonprogo.

“Alsintan penting karena dapat meningkatkan produktivitas petani. Selain itu juga dapat meningkatkan mutu hasil pertanian serta meningkatkan efisiensi. Saya berharap penyaluran bantuan ini dapat mengatasi permasalahan kurangnya tenaga pertanian dan lemahnya modal petani untuk memiliki alsintan,” jelasnya.
Selama menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto sendiri telah menyalurkan bantuan alsintan sedikitnya sebanyak 1100 unit kepada para petani di DIY hingga tahun 2018. Terdiri dari 483 traktor roda 2, 35 traktor roda 4, 357 pompa air dan sejumlah alat mesin pertanian lainnya.
“Kali ini bantuan diberikan berupa traktor roda empat karena penggunaannya untuk hamparan datar. Kalau wilayah seperti Gunungkidul yang tidak rata itu berupa traktor roda dua,” katanya.

Sementara itu, salah seorang petani penerima bantuan dari Kelompok Tani Gesik Wonotoro, Bugel, Lasalip mengaku berterima kasih dengan adanya bantuan traktor roda empat ini.
Ia menyebut bantuan traktor roda empat ini akan mempercepat proses pengolahan tanah untuk lahan pertanian di kelompoknya yang mencapai 100 hektar.
“Di kelompok kami luas lahan di bawah tegakan mencapai 60 hektar. Lahan bawah tegakan ini biasanya banyak akar dan tanahnya keras. Sehingga butuh traktor roda 4 untuk mengolahnya. Kalau traktor roda 2 tidak bisa. Selain itu traktor roda 4 juga lebih cocok digunakan di lahan pasir karena tidak membuat sesak pernapasan,” katanya.