Tekan Inflasi, TPID Bengkulu Gandeng MUI
BENGKULU – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu melibatkan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menekan inflasi. Tercatat inflasi daerah di Bengkulu mencapai angka 1,32 persen pada periode Januari-April 2018.
“Kami menggandeng MUI untuk menekan inflasi terutama selama bulan puasa ini,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Endang Kurnia Saputra di Bengkulu, Kamis (31/5/2018).
Kondisi inflansi terkini di Bengkulu berada pada peringkat kedua se-Sumatera setelah Provinsi Lampung. Pada rentang Januari hingga April 2018 angka inflasi tertinggi di Sumatera ada di Provinsi Lampung yang mencapai 1,45 persen dan urutan kedua Bengkulu pada angka 1,32 persen.
Dalam kurun waktu tersebut, angka inflasi tertinggi disumbang oleh maskapai penerbangan. Dan angka inflasi tertinggi dari tahun ke tahun terjadi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. “Karena konsumsi masyarakat menjadi tinggi dibarengi harga bahan kebutuhan yang juga tinggi saat bulan puasa dan hari raya,” ucapnya.
Untuk mengendalikan tingkat konsumsi masyarakat, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan nilai- nilai agama.
Ketua MUI Provinsi Bengkulu Prof Rohimin mengatakan, siap membantu pemerintah untuk mengendalikan inflansi sesuai dengan tugas dan fungsi para ulama. “Para ulama dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak berlebih-lebihan berbelanja di bulan Ramadan,” katanya.
Pemahaman yang diberikan kepada masyarakat agar tidak menuruti hawa nafsu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari secara berlebihan untuk mengendalikan laju inflasi. (Ant)