Posdaya Nangka Berkontribusi Turunkan Angka Kemiskinan

Editor: Satmoko

Ketua Posdaya Nangka yang juga Dukuh Menggungan, Erlida. Foto Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Keberadaan Posdaya Nangka terbukti mampu berkontribusi mengurangi angka kemiskinan di Dusun Menggungan, Desa Tawangsari, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta.

Bagaimana tidak, Posdaya Nangka mampu menurunkan angka kemiskinan atau jumlah keluarga prasejahtera dari semula berjumlah 46 Kepala Keluarga (KK) menjadi hanya sekitar 36 KK saja dalam beberapa tahun terakhir.

“Dalam kurun waktu sekitar 4 tahun terakhir, angka kemiskinan di Dusun Menggungan ini terus menurun. Jika tahun 2016 tercatat ada sebanyak 44 KK miskin, tahun 2018 ini hanya tinggal sekitar 36 KK saja,” ujar Ketua Posdaya Nangka yang juga Dukuh Menggungan, Erlida.

Erlida menyebut, upaya untuk menurunkan angka kemiskinan itu dilakukan Posdaya Nangka dengan memaksimalkan program-program pemerintah. Berbagai program yang ada dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Mulai dari program bantuan bedah rumah dari pemerintah, program peningkatan usaha masyarakat berupa pencanangan desa wisata dari pihak swasta, hingga program-program lain seperti pelatihan usaha bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Dusun Menggungan ini memiliki sekitar 300 penduduk yang terdiri dari sebanyak 115 KK. Mayoritas bekerja sebagai petani, pedagang dan buruh. Karena persoalan ekonomi masih menjadi masalah utama, maka kita fokus mengatasi hal itu,” katanya.

Berperan sebagai forum atau wadah kegiatan di tingkat dusun, Posdaya Nangka, seolah menjadi penghubung antara program-program pemerintah dengan kebutuhan dan kondisi warga dusun. Hal itu menjadikan program yang ada berjalan maksimal tanpa adanya kendala.

“Untuk program bedah rumah, setiap tahun rutin dilakukan. Pada tahun 2017 saja ada sebanyak 7 KK yang mendapat bantuan berupa material bangunan. Ini yang turut berkontribusi menurunkan angka kemiskinan,” katanya.

Sejumlah program lainnya yang juga dijalankan Posdaya Nangka dalam membantu mengurangi angka kemiskinan adalah pemberdayaan warga desa. Antara lain penghijauan berupa penanaman tanaman produktif yakni kelengkeng di setiap halaman rumah warga. Hingga pelatihan memasak atau pun pembuatan kerajinan bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Untuk penanaman pohon kelengkeng, kita manfaatkan bantuan bibit dari pemerintah. Sehingga warga tidak perlu membeli. Begitu juga untuk pelatihan kerajinan dan memasak. Juga dari pemerintah. Berkat upaya pemberdayaan ini, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya.

Lihat juga...