Pemkab Kotim Pastikan tak Telantarkan Pasien Miskin

Ilustrasi pasien tidak mampu-Foto: Dokumentasi CDN.

SAMPIT  – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memastikan akan menangani pasien tidak mampu, meski pasien tersebut merupakan warga pendatang yang baru menetap di daerah ini.

“Ini demi kemanusiaan. Kita tangani dulu. Urusan administrasi nanti menyusul. Kalau kartu JKN-KIS nya belum ada, nanti bebankan kepada bupati atau saya juga tidak masalah. Sambil kita bantu urus administrasinya,” kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Halikinnor di Sampit, Minggu.

Saat ini pengguna media sosial di Kotawaringin Timur menyoroti keberadaan dua warga, yaitu ibu dan anak bernama Ita (36) dan Wahyu (16). Dua warga asal Desa Bagendang Hulu Kecamatan Mentaya Hilir Utara itu diduga menderita gizi buruk sehingga dirawat di RSUD dr Murjani Sampit.

Minggu sore, Halikinnor ditemani Direktur RSUD dr Murjani Sampit membesuk pasien tersebut. Halikinnor hanya membezuk Wahyu yang saat itu sedang tertidur. Sedangkan Ita sang ibu ternyata dirawat di tempat terpisah karena baru melahirkan.

Halikinnor menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui pihak rumah sakit, menangani kedua pasien itu dengan baik, sejak keduanya dirujuk ke rumah sakit itu pada 25 April lalu. Pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin karena keluarga itu memang tidak mampu secara ekonomi.

Selama di ruang perawatan rumah sakit, Wahyu ditemani adiknya. Ayahnya berada di Pembuang Hulu Kabupaten Seruyan.

Saat keduanya masuk ke RSUD dr Murjani Sampit, pemerintah daerah berupaya mengurus tanggungan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Saat itulah diketahui bahwa keduanya sebelumnya berasal dari Kabupaten Seruyan.

Saat petugas ingin membuatkan kartu tanda penduduk atau KTP elektronik Kotawaringin Timur, ternyata tidak bisa karena nomor induk kependudukannya masih terdaftar di Seruyan.

Saat ini pemerintah daerah sedang berkoordinasi untuk mengurus mutasi administrasi kependudukannya agar Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bisa lebih mudah membantu.

“Meski begitu, keduanya tetap kami tangani dengan baik. Apapun kondisinya, kami selaku pemerintah daerah wajib membantu mereka dan itulah yang kami lakukan,” kata Halikinnor.

Sementara itu terkait kondisi kesehatannya, Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Denny Muda Perdana mengatakan, ada perkembangan positif. Berat Wahyu yang sebelumnya hanya 20 kilogram, naik menjadi 25 kilogram.

“Ini bukan semata-mata masalah kekuragan asupan gizi. Hasil pemeriksaan, keduanya ada menderita dua jenis penyakit yang menimbulkan infeksi kronis. Ini masih kami tangani. Kami terus berupaya semaksimal mungkin,” kata Denny.

Selama perawatan, ibu dan anak itu ditangani dengan baik, termasuk memberi mereka makan. Pihak rumah sakit berupaya memberikan pelayanan optimal tanpa membedakan status pasien, meski berasal dari keluarga tidak mampu. (Ant)

Lihat juga...