Mahasiswa Dampingi Optimalisasi Potensi Ubi dan Bandeng Lokal Pati
Editor: Mahadeva WS
SOLO – Warga Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai bergeliat memaksimalkan potensi lokal berupa ubi dan bandeng. Kondisi tersebut tidak terlepas kegiatan pendampingan dari sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
Tim Pendampingan yang dikoordinatori oleh Jamiatun, memberikan pelatihan kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Kusuma. Mereka adalah kelompok tani yang semula hanya menjual ubi dan bandeng lokal di pasar tanpa adanya inovasi.
“Dua potensi lokal itu selama ini masih dijual dalam bentuk segar tanpa olahan. Hal ini menginspirasi kami untuk memberikan sentuhan peningkatan nilai ekonomi pada kedua potensi tersebut,” papar Jumiatun, Kamis (3/5/2018).
Pendampingan melalui program pengabdian masyarakat, tidak hanya dengan penyuluhan. Anggota KWT Wijaya Kusuma diajak praktek membuat berbagai makanan olahan yang berbahan kedua potensi tersebut. Produk yang dibuat seperti donat ketela pohon aneka rasa, puding ketela pohon aneka rasa, serta bakso ampas ubi kayu dan bandeng.
Tema yang diangkat dalam pengabdian masyarakat ini adalah Diversifikasi Pangan Fungsional Berbasis Ubi Kayu dan Bandeng. “Melalui proposal kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Pemberdayaan KWT Wijaya Kusuma Desa Jimbaran, Margorejo, Pati, tim berhasil memenangkan hibah Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) tingkat nasional yang didanai Kemenristek DIKTI,” jelasnya.
PKM yang diikuti belasan ibu rumah tangga tersebut diharapkan dapat membentuk unit ekonomi yang mengolah potensi lokal di KWT Wijaya Kusuma. Harapannya, unit tersebut dapat mengungkit ekonomi anggota. “PKM ini tidak hanya selesai dua hari melakukan pelatihan, namun juga pembinaan selama 4 bulan kedepan. Sehingga, ketika ada kendala atau persoalan dalam optimalisasi potensi lokal dapat diberikan solusi,” imbuhnya.
Ketua KWT Wijaya Kusuma Ramini menyebut, anggota kelompoknya sangat senang dengan kegiatan yang difasilitasi oleh mahasiswa UNS tersebut. Progam tersebut sudah berlangsung untuk kedua kalinya. Tahun lalu kegiatan pendampingan dilakukan oleh mahasiswa KKN. “Kita sangat bersyukur, karena selama ini kita hanya menjual ubi maupun bandeng langsung ke pasar tanpa harus diolah dulu. Saat ini, kreativitas anggota KWT juga bertambah, untuk meningkatkan ekonomi,” papar dia.