KSB Gelar Simulasi di Titik Rawan Banjir
Editor: Mahadeva WS
LAMPUNG – Suara kentongan bertalu talu terdengar bersamaan dengan teriakan datangnya musibah banjir di dusun Bunut Utara desa Bandaragung kecamatan Sragi Lampung Selatan. Luapan sungai Way Sekampung merendam puluhan rumah warga.
Dampaknya, warga harus mengungsi dan dilaporkan ada korban tenggelam yakni dua orang tua dan satu orang anak anak. Berkat kesiapan personil Kampung Siaga Bencana (KSB) evakuasi terhadap warga terdampak bisa dilakukan dengan cepat. Aparat desa dari tingkat dusun segera mengerahkan semua personil untuk melakukan penanganan bencana, termasuk penyiapan tenda darurat,melakukan evakuasi korban ke lokasi yang aman.
Sebanyak 60 orang personil Kampung Siaga Bencana dikerahkan ke tepi sungai Way Sekampung yang dihuni ratusan warga di dusun Bunut Utara, Umbul Besar serta sejumlah dusun lain. Situasi tersebut merupakan pelaksanaan simulasi penangggulangan bencana dalam rangkaian pembentukan Kampung Siaga Bencana digelar di dekat sungai Way Sekampung.
Selain 60 personil tim KSB dari 10 desa di kecamatan Sragi, penanganan bencana banjir mulai dari evakuasi dan pembuatan dapur umum bekerjasama dengan personil Tagana Lamsel. Sejumlah kendaraan evakuasi disiapkan untuk membawa korban banjir ke rumah sakit.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lampung Selatan Ahmad Gustus menyebut, simulasi di tepi sungai dilakukan pada hari terakhir pelatihan dan pembentukan KSB yang digelar sejak Rabu (2/5/2018) hingga Kamis (3/5/2018).
“Simulasi memang dilakukan di dekat sungai Way Sekampung yang secara faktual kerap menjadi wilayah terdampak bencana banjir,jadi warga dilibatkan secara mandiri dalam pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana,”terang Ahmad Gustus selaku kepala bidang bantuan dan jaminan sosial Dinas Sosial Lampung Selatan, Kamis (3/5/2018).
Ahmad menyebut, pelatihan penanggulangan bencana banjir sengaja dilakukan di titik rawan bencana banjir. Di lokasi tersebut terakhir terjadi banjir pada Maret lalu. Pada bencana banjir tersebut sebanyak 31 rumah tercatat terimbas luapan sungai Way Sekampung.
Melalui simulasi dalam pembentukan kampung siaga bencana, Ahmad menyebut, akan timbul kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk melakukan langkah pertolongan awal. Pembentukan KSB menjadi upaya memberikan pembekalan langkah pertama yang harus dilakukan oleh masyarakat saat menangani bencana.
Kepala Seksi Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Indri Astuti menyebut, sesuai dengan kajian dari Kemensos RI, indeks resiko bencana perkabupaten/kota di provinsi Lampung terbilang tinggi. Oleh sebab itu pemilihan desa Bandaragung sebagai lokasi untuk penyiapan KSB sangat tepat sebagai desa ke-593 yang dicanangkan bersama desa lain di Indonesia.
Indri menyebut, Lampung Selatan dipilih setelah melalui beberapa proses skoring terhadap 14 kabupaten kota di provinsi Lampung, tujuh wilayah dinyatakan memiliki indeks resiko tinggi. (Baca : https://www.cendananews.com/2018/05/kemensos-sudah-membentuk-593-ksb.html).