Kapolda Sebut Terorisme Berpotensi Tumbuh di Lampung

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Polisi Suntana mengaku prihatin dengan bentrok di Mako Brimob Kelapa Dua yang menewaskan lima orang petugas dan seorang narapidana teroris (napiter).

Suntana menyebutkan, paham terorisme saat ini berpotensi menyusup di wilayah hukum Polda Lampung. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pihaknya akan melakukan pengamaman dan pengetatan di wilayah tersebut.

Irjen Pol Suntana bahkan menyebut semua tempat memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk paham radikalisme dan terorisme berkembang, salah satunya di Lampung.

Ia mengungkapkan, pihaknya bahkan telah melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang sesuai dengan data yang didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Namun peran pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar dapat mencegah berkembangnya paham tersebut.

“Peran pemerintah daerah sangat penting mengawasi pendatang baru bahkan hingga tingkat RT agar pengawasan bisa dilakukan oleh Polsek dan Koramil,” terang Kapolda Lampung saat memberikan keterangan pasca pemusnahan narkoba di seaport interdiction pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Jumat (11/5/2018).

Disebutkan juga, pihaknya akan memperketat pengamanan di pintu gerbang pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa dan sebaliknya. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya teroris hingga penyelundupan narkoba.

Ia menyebut dengan adanya pengamanan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni bisa menangkal dan mencegah penyelundupan narkoba dan daya cegah dan daya tangkal akan dilakukan dengan peningkatan kemampuan personel.

Peningkatan kemampuan tersebut selain dibekali dengan fasilitas yang memadai di antaranya tekhnologi pengenal wajah terhubung ke closed circuit television (CCTV) sekaligus mencatat data base kendaraan yang melintas.

Personil TNI
Personil TNI dan tenaga medis disiagakan pada operasi kecelakaan laut di Selat Sunda [Foto: Henk Widi]
Selain itu, Polda Lampung juga melakukan simulasi penanganan kecelakaan laut di atas kapal roro di Selat Sunda. Tujuannya agar semua pihak memiliki kemampuan dan kerjasama yang baik.

Selain pengamanan potensi kecelakaan di laut saat arus mudik dan balik lebaran pengamanan di darat juga akan diintensifkan di jalur Jalan Lintas Sumatera. Sejumlah posko terpadu, pos pengamanan, pos pelayanan akan disiagakan termasuk memaksimalkan keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera di segmen I Bakauheni sepanjang 9 kilometer.

Ia juga menghimbau agar pemudik bebas berangkat mudik dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya karena pengamanan oleh personel polisi dilakukan di sepanjang jalur mudik.

Lihat juga...