Buruh Gendong Berjasa Mendukung Aktivitas Ekonomi Pasar Tradisional

Editor: Mahadeva WS

YOGYAKARTA – Buruh gendong memiliki jasa yang besar untuk mendukung aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Adanya buruh gendong, turut membantu pedagang maupun pembeli saat melakukan aktifitas ekonomi.

“Buruh gendong memiliki jasa cukup besar. Tanpa buruh gendong, kelancaran aktifitas pasar akan terganggu,” ujar Anggota DPR MPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dihadapan ratusan buruh gendong sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta, Jumat (11/05/2018).

Dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama dengan Keluarga Besar Paguyuban Buruh Gendong Sayuk Rukun, Titiek Soeharto mengaku kagum dengan semangat para buruh gendong dalam bekerja. Meski mereka perempuan dan tak sedikit yang telah berusia tua, namun tetap memiliki semangat bekerja keras, membanting tulang demi keluarga.

Titiek Soeharto saat menyerahkan bantuan untuk koperasi simpan pinjam paguyuban Buruh Gendong Sayuk Rukun Yogyakarta – Foto : Jatmika H Kusmargana

“Saya sangat kagum dengan ibu-ibu sekalian. Setiap hari berangkat kerja sejak jam 4 pagi buta, dan baru pulang saat petang jam 5-6 sore. Semua itu dilakukan demi menghidupi keluarga,” tandasnya.

Selain melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR RI (Pancasila – UUD 45 – NKRI – Bhineka Tunggal Ika) sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kesempatan itu Titiek Soeharto juga turut membantu para buruh gendong dengan memberikan tali asih untuk dana simpan pinjam koperasi.

Titiek Soeharto menyempatkan diri berbelanja di pasar Beringharjo Yogyakarta seusai menghadiri acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama dengan Keluarga Besar Paguyuban Buruh Gendong Sayuk Rukun Yogyakarta – Foto : Jatmika H Kusmargana

Dan untuk membahagiakan para buruh gendong, Titiek Soeharto juga mengajak mereka untuk berwisata sekaligus berziarah ke makam presiden RI ke 2 HM Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di Istana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah. “Apakah ibu-ibu disini pernah jalan-jalan ke makam pak Harto. Kalau belum nanti saya ajak kesana. Nanti saya sediakan bis. Tinggal dirembug saja siapa yang mau ikut,” ujarnya disambut gembira pada ibu-ibu buruh gendong yang berasal dari Pasar Giwangan, Pasar Gamping, Pasar Krangan dan Pasar Beringharjo.

Lihat juga...