Bupati KLU, Menjaga Kelestarian Lingkungan Butuh Masyarakat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LOMBOK — Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Najmul Ahyar menyebutkan, menjaga kelestarian lingkungan, tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Peran serta dan kepedulian semua pihak, termasuk masyarakat sangat penting dalam mencegah kerusakan.

Hal tersebut disampaikan Bupati di acara kegiatan pelepasan tukik dirangkaikan dengan penenggelaman kerangka kapal sebagai wahana biota laut pengembangan terumbu karang di Gili Trawangan bersama bersama Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Edi Sucipto, Senin (7/5/2018).

Najmul mengatakan, kegiatan ini merupakan dedikasi dari TNI Angkatan Laut untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, khususnya terumbu karang.

“Kami merasa sangat bangga dan terhormat, meskipun sebagai kabupaten termuda di NTB, justru dijadikan kegiatan lokasi Multilateral Naval Exercise Komodo 2018 yang dihadiri oleh 36 negara,” katanya.

Aspotmar Kasal, Laksamana Muda Edi Sucipto mengatakan, program penanaman pengembangan terumbu karang dan penenggelaman kerangka kapal di Gili Trawangan  merupakan bagian dari fungsi TNI menjaga kedaulatan Indonesia.

Ditegaskannya, salah satu kekayaan laut adalah keberadaan terumbu karang yang berada pada habitat biota laut. Kerusakannya menggugah parapegiat lingkungan hidup untuk melakukan penanaman dan transplantasi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Lombok Utara, untuk bersama-sama menjaga dan memelihara kelestarian terumbu karang yang kita tanam ini, agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” pesan aspotmar, jenderal bintang dua itu.

Pelepasan tukik dan biota laut terumbu karang tersebut sendiri sebagai rangkaian agenda Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) tahun 2018 yang diselenggarakan di Gili Trawangan dihadiri perwakilan 36 negara sahabat.Trawangan

Lihat juga...