Bawaslu Instruksikan Pengawasan CFD Sebelum Masa Kampanye

Ilustrasi - Dok. CDN

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu RI menginstruksikan seluruh jajaran pengawasnya di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk mengawasi kegiatan Car Free Day (CFD). Hal itu untuk memastikan keberadaan kegiatan publik terkait dengan adanya upaya kampanye terselubung di ruang terbuka.

Secara teknis, Bawaslu berharap pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Peraturan yang berlaku adalah produk hukum dasar dari kegiatan tersebut seperti perda, pergub, perwal ataupun perbup.

Sesuai dengan situasi yang ada,  CFD pada dasarnya diberlakukan sebagai arena kebersamaan masyarakat untuk kegiatan olahraga, serta sosialisasi. “Kami meminta dan menginstruksikan kepada bawaslu provinsi, kabupaten, dan kota untuk mengawasi pelaksanaan CFD dan bekerja sama dengan pemda setempat,” kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu Pusat Jakarta, Senin (30/4/2018).

Pengawasan tersebut menurut Bagja dilakukan, untuk menanggapi insiden saling intimidasi antar kelompok yang mengatasnamakan dua pendukung dan non-pendukung Presiden Joko Widodo. Dua kelompok tersebut mengenakan atribut kaos bertuliskan #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja yang keduanya melakukan orasi menyerupai kampanye pilpres.

Terkait dengan hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan insiden intimidasi saat CFD di kawasan Bundaran HI Jakarta adalah dampak dari ketidakjelasan aturan kampanye oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum pencalonan presiden dan wakil presiden.

“Janganlah terjadi itu. Inilah sulitnya memang, kalau kampanye itu (dilakukan) sebelum pemilu. Itu tidak ada aturannya, justru tidak ada aturannya. Kalau masa kampanye ada aturannya. Ya ini salah,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (30/4/2018).

Wapres juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bertindak intimidatif apabila bertemu dengan orang atau kelompok yang berbeda pendapat dan pilihan politik. “Ya janganlah terjadi katakanlah kampanye sebelum waktunya. Ini belum waktunya, sudah mulai ada nuansa kampanye, apalagi ada semacam intimidasi. Kalau itu benar terjadi, karena saya sendiri tidak lihat kan, ya jangan terjadi itu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...