Ada Pabrik Gula, Petani Tebu Solok Bergembira

Editor: Mahadeva

SOLOK – Petani tebu yang ada di Nagari Tabek, Kecamatan Talang Babungo, Solok, Sumatera Barat, sangat terbantu keberadaan pabrik gula yang ada di daerahnya.

Petani Tebu di Tabek Nina mengatakan, di daerah tersebut cukup banyak masyarakat yang bertani tebu. Bisa dikatakan di setiap rumah warga ada yang menanam tebu. Selain itu tak ada lahan kosong yang tidak ditanami tebu. “Di sini sudah ada penambung tebu di kebun kami. Karena ada pabrik gula tebu yang membuat gula merah. Tentunya hal ini sangat membuat petani tebu menjadi terbantu,” ungkapnya, Senin (7/5/2018).

Dengan kepemilikan lahan tebu setengah haktare, setiap kali masa panen, petani bisa memanen tebu dua kali sehari. Jumlah perpanen mencapai 500 batang tebu. Dan keberadaan pabrik yang beroperasi sejak 2013 silam, petani mulai merasakan manfaat dari menanam tebu.

Kehadiran pabrik gula tersebutlah yang mendorong masyarakat setempat mulai bercocok tanam tebu.  “Dulu warga di sini menanam tebu hanya di depan rumah, itu pun untuk dimakan saja. Namun sejak adanya pabrik, barulah  banyak warga yang mulai bertanam tebu,” sebutnya.

Agar menghasilkan kualitas tebu yang baik, tebu sebaiknya ditanam di daerah yang memiliki iklim panas. Suhu 25 hingga 28 celcius dengan curah hujan 100 mm per tahun menjadi cuaca yang sangat ideal untuk menanam tebu.

Karyawan KSU Tabek Alfirman mengatakan, pabrik gula tebu berdiri sejak 2013 lalu dengan sistem koperasi menyediakan satu unit mesin giling. Sementara untuk operasionalnya, dikerjakan oleh masyarakat seluruhnya. Hasil dari produksi tebu itu nantinya akan dibeli oleh koperasi dan setelah itu dijual ke pasar yang masih bersifat lokal.

Perhari, produksi gula merah pabrik tersebut mencapai 100 hingga 300 kilogram. “Pabrik gula tebu ini beroperasi setiap hari. Tebu-tebu yang ditampung itu merupakan tebu dari petani setempat. Keberadaan pabrik ini terut memberikan pekerjaan dan pemasukan bagi masyarakt setempat,” pungkasnya.

Lihat juga...