Wagub Kalteng: Gosong Senggora Kumai Memiliki Panorama Indah

Gosong Senggora. dok mmckalteng

PANGKALAN BUN — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ismail menyebutkan lokasi Gosong Senggora di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki panorama sangat indah, dan tidak kalah dibandingkan Pulau Bunaken di Provinsi Sulawesa Utara.

“Permasalahan jarak tempuh ke Gosong Senggora relatif jauh dan kondisi infrastrukturnya kurang mendukung sehingga menyulitkan wisatawan berkunjung ke sana,” ucap Wagub Kalteng saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kobar, Rabu.

Sekarang bagaimana caranya mempersiapkan fasilitas, khususnya infrastruktur agar orang cepat dan mudah sampai ke Gosong Senggora. Kebanyakan wisatawan, khususnya wisatwan domestik, lebih mencari akses yang mudah dan cepat, ujarnya.

Menurut Wagub Ismail, Kabupaten Kobar patut bersyukur karena potensi objek wisata di kabupaten ini relatif banyak dan unggulan di Kalteng, bahkan ada yang telah mendunia.

Dia mengatakan di Kobar tidak hanya ada Gosong Senggora, tapi juga Taman Nasional Tanjung Puting yang telah dikenal dunia, Istana Kuning, Pantai, Kuburan Makam Kiai Gede dan lainnya.

“Dalam kunjungan kerja ini, saya akan melihat semua objek wisata itu. Khusus untuk Gosong Senggora, ditunda. Sekarang ini ombaknya tinggi. Saya rencanakan di bulan Juli, Agustus, September akan ke sana bersama-sama wartawan untuk sama-sama mempromosikan,” kata Ismail.

Pria yang pernah menjadi anggota DPD RI ini menyebut bahwa mengunjungi sejumlah objek wisata di Kobar tersebut juga akan diikuti tim. Di mana tim ini bertugas melihat kekuatan, peluang dan kelemahan serta ancaman yang dihadapi dalam mengembangkan objek pariwisata ini.

Hasil dari pantauan dan analisis tim ini nantinya akan disampaikan ke Gubernur Sugianto Sabran untuk dijadikan pertimbangan dalam memanjukan objek pariwisata sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita tahu sumber daya alam kita banyak seperti tambang atau sebagainya, tetapi sektor tersebut akan habis pada masanya, sementara sektor pariwisata tidak akan habis malah akan bertambah” demikian Ismail.[ant]

Lihat juga...