Utusan PBB Peringatkan Potensi Ancaman Perang di Gaza

Ilustrasi wilayah Gaza/ Foto: Dokumentasi CDN

NEW YORK – Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov memperingatkan potensi ancaman perang di Jalur Gaza. Hal itu disampaikan setelah terjadinya kerusuhan di perbatasan antara Palestinas dengan Israel tersebut selama berpekan-pekan.

“Gabungan kemerosotan keamanan, pembangunan dan kondisi kemanusiaan ini, ditambah dengan kebuntuan politik, membuat Jalur Gaza jadi daerah yang mudah meledak. Meskipun ada perkembangan drastis di bagian lain wilayah tersebut, kita harus mengerjakan semua yang mungkin untuk mencegah perang lain di Gaza,” kata Mladenov kepada Dewan Keamanan, Jumat (27/4/2018).

Selama empat pekan terakhir, puluhan ribu orang Palestina di Jalur Gaza telah berkumpul di perbatasan dalam konteks protes Pawai Akbar Kepulangan. Unjuk-rasa diperkirakan berlanjut dan mencapai puncaknya diseputar hari kemerdekaan Israel 14 Mei mendatang.

Mladenov menyebut, rusuh yang terjadi berpotensi menyebar ke Tepi Barat Sungai Jordan dan ke luar wilayah itu. “Jika konflik lain antara HAMAS dan Israel meletus, ini akan memiliki konsekuensi yang memporak-porandakan buat Paletina di Jalur Gaza. Itu dapat merusak kestabilan di Tepi Barat dan memiliki gema bagi Israel dan wilayah tersebut,” sebut Mladenov dalam peringatannya.

Sejak 30 Maret sejak demonstrasi itu digelar, 35 orang Palestina telah menemui ajal di Gaza.  Banyak yang mengalami cidera  dan tidak ada laporan mengenai korban tewas di pihak Israel. Juga telah terjadi peningkatan jumlah peristiwa berbahaya di pagar perbatasan, termasuk pemasangan peledak rakitan. Pelemparan bom molotov serta upaya untuk menjebol pagar pembatas.

Israel telah menuduh anggota HAMAS Jihad Islam dan milisi lain memanfaatkan aksi protes perempuan dan anak-anak serta orang tua sebagai tameng untuk menyusup ke dalam wilayah Israel untuk melakukan serangan. Sementara protes berlanjut, ketegangan dan potensi peristiwa serius serta lebih banyak korban jiwa akan meningkat.

“Israel harus menyesuaikan penggunaan kekuatannya dan mengurangi penggunaan peluru aktif. Kekuatan mematikan hanya boleh digunakan sebagai pilihan terakhir. HAMAS dan pemimpin demonstrasi harus menjauhkan pemrotes dari pagar perbatasan Jalur Gaza dan mencegah semua aksi kekerasan serta provokasi,” sebut Mladenov.

Anak-anak menjadi sosok utama yang harus dilindungi, menghadapi resiko sangat besar. Tercatat empat anak telah ditembak hingga tewas oleh peluru aktif Israel selama aksi Pawai Akbar Kepulangan. “Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menyatakan, dengan sekeras mungkin, bahwa warga sipil, terutama anak-anak, tak boleh secara sengaja dibiarkan menghadapi bahaya atau dijadikan sasaran apa pun,” tegasnya. (Ant)

Lihat juga...