Tari Tradisional dan Kreasi Baru Meriahkan Hari Kartini
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Peringatan Hari Kartini yang kerap dijadikan momen untuk mengenal perjuangan Raden Ajeng Kartini, pahlawan emansipasi wanita juga digelar oleh Rumah Baca (Rubaca) Jalosi Sanak Negeri.
Tamar Widadi, pengelola rumah baca Jalosi Sanak Negeri menyebut dari sekitar 30 lebih anak-anak di desa Air Kubang kecamatan Air Naningan menggelar pentas seni. Pentas seni sengaja digelar hasil dari latihan yang diberikan oleh para relawan yang rutin dilakukan setiap pekan di Rubaca Jalosi Sanak Negeri.
Pentas seni tersebut diakui Tamar Widadi menjadi kesempatan untuk menampilkan berbagai tarian tradisional yang dilatih oleh para relawan. Peringatan hari Kartini disebutnya menjadi kesempatan untuk mengajak anak-anak usia TK, SD, SMP mencintai seni tradisional.
Penampilan yang didominasi oleh para anak-anak perempuan Rubaca Jalosi Sanak Negeri sekaligus menunjukkan adanya kesejajaran perempuan dan laki-laki.

Ia menyebut, hari Kartini yang umumnya digelar dengan pawai atau karnaval, di Rubaca Jalosi Sanak Negeri dikonsep dengan pagelaran pentas seni. Semua anak diakuinya dilibatkan di antaranya dalam atraksi seni tari Sembah, tari kreasi baru Perahu Layar, tari kreasi baru Muli Bumain, musik tradisional angklung, paduan suara bertema lagu Kartini, puisi dan pantun tentang emansipasi.
Latihan rutin membuat para siswa bisa menampilkan berbagai pentas seni tersebut di hadapan teman-teman lain.
Proses latihan tari kreasi baru, tari tradisional diakui Tamar Widadi dilatih oleh relawan yang membantu di Rubaca Jalosi Sanak Negeri di antaranya Sodik, Eva dan Marlina.

Pementasan tari tradisional, musik tradisional dan kesenian tradisional diakui Tamar Widadi menjadi bentuk kepedulian Rubaca Jalosi Sanak Negeri akan budaya. Selain sebagai rumah baca yang khusus mengembangkan minat baca atau budaya literasi di pedesaan, kesenian tradisional menjadi perhatian khusus agar generasi penerus bangsa sejak dini mencintai budayanya.
Latihan rutin juga disebutnya mendukung anak-anak Jalosi Sanak Negeri bisa mewakili sekolah dalam kegiatan seni di sekolah.
“Kegiatan pentas seni pada hari Kartini sekaligus meningkatkan mental anak-anak sejak dini agar bisa tampil dalam iven lainnya,” tegas Tamar Widadi.
Irma, salah satu penari tari kreasi baru Muli Bumain atau Gadis Bermain dalam bahasa Lampung menyebut, tarian tersebut merupakan penggambaran akan keceriaan anak saat bermain.

Peringatan hari Kartini juga diakuinya menjadi salah satu acara yang ditunggu para siswa. Sebab selain mengadakan pawai baju adat di sekolah kegiatan di Rubaca Jalosi Sanak Negeri juga bernuansa budaya dan seni tradisional. Melalui kegiatan peringatan hari Kartini Irma juga ingin memiliki cita-cita untuk menjadi perempuan yang maju seperti Kartini.