Perpusdes di Lampung Selatan Sediakan Buku di Angkutan Desa

Editor: Irvan Syafari

LAMPUNG — Ada berbagai cara menggiatkan minat baca yang dilakukan berbagai elemen masyarakat di Lampung Selatan. Kepala Perpustakaan Mata Batu (Masyarakat Baca Tulis), Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda Irma Dewi Melinda mengatakan, pihaknya bukan saja menyediakan bahan bacaan, tetapi juga bekerja sama dengan pemilik angkutan perdesaan (angdes). Perpustakaan ini menyediakan buku di angdes yang melayani rute Bakauheni-Kalianda.

Menurut Irma keputusan menghubungkan Perpusdes Mata Batu dan angdes bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat. Angdes dominan melayani pelajar SMP hingga SMA yang bersekolah di Kalianda untuk mengantar saat pagi dan menjemput saat sore.

Pada siang hari angdes melayani rute Pelabuhan Bakauheni ke Kalianda dengan sebagian penumpang merupakan kaum ibu yang mengajak anaknya.

“Buku yang disediakan perpustakaan desa akan dikoneksikan dengan angkutan pedesaan diganti setiap dua hari sekali dengan tujuan penumpang bisa membaca buku yang bervariasi untuk anak anak, pelajar dan orang dewasa,” ujar Irma saat dikonfirmasi Cendana News baru baru ini.

Perpustakaan Mata Batu mempunyai semangat menjadi pusat kegiatan masyarakat. Lokasi Perpusdes tergabung dengan kantor kepala desa disebutnya berada di dekat akses jalan antar kecamatan. Rute tersebut juga sekaligus memudahkan angkutan pedesaan bisa menambah atau mengganti buku bacaan di dalam kendaraan.

Irma mengakui, pihaknya mempunyai koleksi buku berjumlah ratusan. Namun untuk diletakkan di satu unit angdes maish terbatas. Ke depan dengan adanya kerjasama sejumlah angdes yang dimiliki warga, buku yang ada bisa didistribusikan ke angdes yang lain.

Dayat, pengemudi Angdes asal Desa Palembapang mendukung langkah Perpusdes mengisi angdes miliknya dengan buku. Selain memiliki ciri khas angdes yang memiliki buku,ia menyebut buku bacaan tersebut memiliki fungsi ganda.

Saat tiba di terminal antar moda pelabuhan Bakauheni sembari menunggu penumpang turun dari kapal, buku dibaca oleh sebagian pengemudi angdes, travel dan bus.

”Sementara ini baru angdes milik saya yang menyediakan buku dan ini sangat menjadi daya tarik,saat di terminal banyak penumpang yang memilih naik angdes yang ada bukunya,” ujar Dayat.

Koleksi buku yang disediakan sekitar puluhan buku disebutnya sementara diletakkan di bagian ruang penumpang. Sembari berjalan mencapai tujuan para penumpang yang sebagian membawa serta anak bisa membaca buku secara gratis.

Angkutan pedesaan rute Bakauheni Kalianda terkoneksi dengan Perpustakaan Desa Palembapang untuk penyediaan buku -Foto: Henk Widi.

Rute Pelabuhan Bakauheni hingga Kalianda bisa ditempuh dalam waktu satu jam dengan kecepatan sedang. Hal yang sama terjadi saat angdes tiba di terminal Pasar Kalianda. Buku buku bisa dibaca sesama pengemudi angdes yang mangkal di tempat tersebut.

Lihat juga...