Pemkab Lebak Dorong Petani Lakukan Percepatan Tanam
LEBAK —- Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengintruksikan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) agar melaksanakan gerakan percepatan tanam guna mendukung swasembada pangan di daerah itu.
“Kita minta petani yang sudah panen agar segera ditanam kembali secara serentak,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna saat dihubungi di Lebak, Selasa (3/4).
Selama ini, produksi musim panen padi di Kabupaten Lebak cukup bagus dengan produksi rata-rata 7,5 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.
Produksi padi sebesar itu tentu diapresiasi karena menyumbangkan ketahanan pangan ke luar daerah.
Saat ini, para gapoktan mampu memasok beras lokal untuk sejumlah pasar tradisional di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Bogor.
Panen padi Februari-Maret 2018 dipastikan pendapatan ekonomi petani meningkat hingga Rp30-35 juta per hektare.
“Kami mendorong petani terus meningkatkan produksi pangan,” katanya.
Menurut dia, gerakan percepatan tanam secara serentak tentu menguntungkan petani karena panenya secara bersamaan juga tanaman tahan terserang hama maupun organisasi penyakit tanaman (OPT).
Selain itu, lanjut dia, penanaman secara serentak juga memiliki nilai ekonomis dan tidak merugikan petani.
Gerakan percepatan tanam serentak itu ditargetkan sepanjang Maret-April 2018 seluas 45.000 hektare.
Apabila, petani melakukan gerakan percepatan tanam maka bisa dipanen Juni-Juli 2018.
Berdasarkan pantauan di lapangan sebagian besar petani Kabupaten Lebak mulai melaksanakan gerakan percepatan tanam, seperti di Kecamatan Muncang, Cibadak, Cikulur, Rangkasbitung, Cimarga, Cipanas, Cileles,Malingping, Panggarangan, Wanasalam dan Leuwidamar.
Mereka para petani melakukan percepatan tanam padi dan usia tanamannya antara tiga sampai tujuh hari setelah tanam (HST).
Saat ini, curah hujan berpeluang pada sore hingga malam hari dengan intensitas ringan dan sedang.
“Kami mengajak gapoktan segera melaksanakan percepatan tanam untuk merealisasikan swasembada pangan khusus beras itu,” ujarnya menjelaskan.
Ketua Gapoktan Desa Citeras Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Arsyad (45) menyatakan sebagian besar petani di sini sudah melakukan gerakan percepatan tanam karena curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.
Percepatan tanam ini, para anggota petani menggarap tanaman padi seluas 250 hektare (Ant).