Diprotes Petani, PJT Sukatani Cabut Jadwal Pemberian Air

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pengamat Pengairan Perum Jasa Tirta (PJT) II, Sukatani, Kabupaten Bekasi, akhirnya mencabut jadwal gilir pemberian air melalui saluran Kali Cikarang Hilir di wilayah tugasnya. Hal tersebut setelah mendapat protes dari kalangan petani yang langsung mendatangi Kantor di Jalan Raya Pulo Sirih, Sukatani, Senin (23/8/2022).

“Saya minta maaf atas kekeliruan jika ada yang merasa dirugikan atas surat edaran yang ada. Secara resmi surat edaran itu tidak berlaku sebelum ada musyawarah mufakat yang melibatkan petani atau pun gabungan kelompok tani di wilayah aliran Kali Cikarang Hilir,” ucap Asmad, Supervisor Sungai dan Irigasi PJT II Sukatani dalam pertemuan dengan perwakilan petani.

Puluhan warga petani dari 16 desa di wilayah utara Kabupaten Bekasi, menggeruduk kantor pengamat PJT II di Sukatani. Mereka memprotes kebijakan jadwal gilir pemberian air di lahan sawah milik petani karena dianggap aturan sepihak.

Pasalnya petani Desa Jayabakti yang jadi pelopor pegiat air sungai Cikarang Hilir, selalu mengusahakan agar saluran air lancar dengan membersihkan sampah. Tapi, ketika air baru bisa mengisi pengempangan sungai dan belum sampai ke petak sawah, PJT II Sukatani telah mengeluarkan surat edaran jadwal gilir saluran air.

Petani menilai,  belum waktunya PJT mengeluarkan surat aturan jadwal air. Mereka juga mempertanyakan ke mana  pengawas air ketika sampah memenuhi jalur irigasi ke utara Bekasi. Petani selama bertahun-tahun masih sendiri membersihkan sampah tanpa ada dukungan dari pemerintah.

Sebelumnya, Pengawas Air dari PJT II Sukatani, telah membuat jadwal gilir pemberian air dengan alasan untuk mengatasi masalah kekeringan air di wilayah kerjanya. Demi aman dan tertibnya pemberian air maka dibuat jadwal.

Namun keputusan itu langsung mendapat protes dari kalangan petani. Bahkan puluhan petani sudah bersiap menggelar aksi. Akhirnya ditemui kesepakatan, setelah beberapa perwakilan petani dari beberapa desa di utara Bekasi bertemu dan musyawarah dengan supervisor PJT II Sukatani.

“Alhamdulillah, akhirnya hasil pertemuan antara petani dengan pengamat kantor di wilayah PJT II Sukatani soal jadwal yang dibuat itu, dicabut dan tidak berlaku. Pihak pengamat PJT II Sukatani juga memohon maaf atas edaran surat itu,” ungkap Jejen Jaenudin, koordinator petani.

Koordinator petani dari 16 desa, Jejen Jaenudin, dijumpai, Senin (23/8/2021). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, pihak PJT II juga telah berjanji, ke depan dalam membuat keputusan terutama terkait jadwal gilir air dari saluran irigasi Kali Cikarang Hilir siap melibatkan petani dan Gapoktan di seluruh wilayah aliran kali. Kabar itu jelasnya, membuat petani lega dan mengganggap semua telah selesai.

Lihat juga...