YOGYAKARTA – Berada di kawasan perbukitan sisi sebelah barat Sungai Progo, warga Dusun Nglatiyan 1, Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo, dikenal sebagai sentra pembuatan batik. Hampir setiap warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, memiliki kemampuan membatik secara turun-temurun.
Sayangnya, potensi warga yang luar biasa itu belum dapat sepenuhnya dimaksimalkan. Meski memiliki kemampuan membatik, namun tak semua warga ikut terjun dalam usaha pembuatan batik.
Keterbatasan modal membuat mereka tak mampu membuka usaha pembuatan batik sendiri. Sehingga mereka lebih banyak menjadi buruh atau menjadi tenaga pembatik.
Namun, terbatasnya usaha pembuatan batik di Dusun Nglatiyan 1 ini juga menjadi persoalan tersendiri, yang mengakibatkan tidak semua warga yang memiliki kemampuan batik dapat terserap sebagai buruh tenaga pembatik.
Dan, keberadaan Posdaya Ngudimaju melalui unit usaha pembuatan batik Thok Thil di Dusun Nglatiyan 1, turut membantu mengatasi persoalan tersebut. Adanya Posdaya Ngudimaju mampu menyerap sejumlah warga buruh tenaga pembatik di Dusun Nglatiyan 1.
Seperti yang dirasakan Ngatijem dan Ngatiyah, warga Dusun Nglatiyan 1. Menurutnya, Posdaya Ngudimaju membuat potensi mereka dalam membatik bisa dimanfaatkan. Kini mereka pun bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan ikut menjadi tenaga buruh pembatik di unit usaha pembuatan batik Thok Thil ini.
“Alhamdulillah sejak adanya Posdaya, bisa ikut membatik di sini. Ya, lumayan, sekali membatik kita dapat pemasukan Rp10 ribu per kain. Kalau sedang banyak pesanan, dalam sehari bisa dapat penghasilan lumayan,” kata Ngatijem.
Dengan hasil dari membatik itu, Ngatijem mengaku memanfaatkannya untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Mulai dari membeli kebutuhan pokok, hingga membantu membiayai sekolah anaknya.
“Senang bisa di sini. Karena saya memang suka membatik. Dan, yang penting bisa dapat penghasilan,” katanya.