Menteri Rini Targetkan Tak Ada BUMN Merugi pada 2019
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA — Menteri Rini M. Soemarno menyebutkan, hingga saat ini masih ada 13 BUMN yang mengalami kerugian. Jumlah tersebut terbilang jauh menurun jika dibandingkan 2014 lalu dimana tercatat ada sebanyak 24 perusahaan yang merugi.
Kementerian BUMN sendiri menargetkan, tidak akan ada lagi BUMN yang merugi pada akhir tahun 2019 mendatang.
Rini menyebutkan, keuntungan BUMN naik sekitar 30 persen dari sebelumnya, sekitar Rp 148 triliun pada akhir 2014 menjadi Rp 183 triliun di 2017.
“Sementara aset yang tadinya 4.500 triliun sekarang di akhir 2017 lalu menjadi 7.000 triliun,” kata Rini saat memberi kuliah umum di UGM, Yogyakarta, Kamis (12/4/2018).

Rini mengatakan, salah satunya yang akan ditempuh dengan menyamakan visi dan pemikiran dengan para direksi. Negara memiliki sebanyak 143 perusahaan BUMN yang bergerak di 13 sektor. Namun tidak semuanya kondisi keuangannya sehat dan bahkan sudah merugi hingga puluhan tahun.
“Dalam 3,5 tahun, kita mendorong agar para direksi mengelola BUMN secara transparan dan akuntabel serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tantangan terbesar adalah bagaimana menyatukan perusahan BUMN ini dalam satu pemikiran sebab selama ini jalan sendiri-sendiri,” katanya.
Menurut Rini, pihaknya selalu berpesan kepada direksi untuk memiliki mindset bahwa BUMN adalah aset negara dan menjadikan BUMN sebagai agen pembangunan bangsa.
“Karenanya harus dikelola dengan baik,” pungkas Rini.