Jalinsum Bergelombang Akibatkan Kendaraan Rusak dan Kecelakaan

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Sejumlah titik di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 33 hingga 39 di Kecamatan Penengahan terus mengalami kerusakan dengan didominasi jalan bergelombang dan berlubang.

Imbas jalan bergelombang cukup dalam di Jalinsum KM 37 bahkan mengakibatkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan. Terakhir pada Sabtu (7/4) sebuah kendaraan travel bernomor polisi BE 2648 AJ bersenggolan dengan truk bernomor polisi B 5688 TYT. Imbasnya kedua pengemudi harus bersitegang bahkan pengemudi travel merusak gagang pintu truk.

Aksi pengemudi travel trayek Pelabuhan Bakauheni terminal Rajabasa Bandarlampung tersebut mengakibatkan kemacetan lalulintas dari dua arah. Beruntung aksi tersebut dilerai oleh masyarakat sekitar sehingga kemacetan lebih panjang tidak terjadi. Akibat kejadian tersebut kendaraan travel tersebut bahkan mengalami penyok di bagian belakang.

Yono, salah satu pemilik bengkel kerap memperbaiki kendaraan rusak akibat kecelakaan lalu lintas di Jalinsum KM 37 [Foto: Henk Widi]
Kejadian senggolan tersebut diakui oleh Yono, selaku warga di dekat Jalinsum KM 33 hanyalah salah satu kejadian yang kerap terjadi di ruas tersebut. Sebelumnya ia menyebut kecelakaan kendaraan juga terjadi mengakibatkan sebuah truk bermuatan pakan ayam terguling. Kendaraan roda dua yang mengalami kerusakan dalam sebulan terakhir mencapai puluhan kendaraan.

“Pengendara yang mengalami kecelakaan di jalan berlubang sebagian merupakan pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan di sini terutama malam hari akibat penerangan yang kurang maksimal,” terang Yono, salah satu warga di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan saat ditemui Cendana News, Sabtu (7/4/2018).

Ia menyebut salah satu titik jalan bergelombang bahkan berada di dekat rambu lalulintas dan lampu penerangan jalan yang semuanya sudah tidak berfungsi.

Ia menyebut perbaikan telah dilakukan pada titik jalan berlubang dua bulan sebelumnya namun kembali mengalami kerusakan. Tonase berlebih kendaraan pengangkut material jalan tol trans Sumatera ditengarai menjadi penyebab kerusakan jalan.

Jalan bergelombang di sejumlah titik ruas Jalinsum akibatkan pengendara kendaraan roda dua terjungkal [Foto: Henk Widi]
Yono menyebut sejumlah kendaraan roda dua yang mengalami kerusakan rata-rata pada bagian knalpot. Bahkan pengendara yang pernah terjatuh dari kendaraan akibat melintas dalam kecepatan tinggi harus dilarikan ke rumah sakit. Kerusakan jalan dengan konstruksi aspal tersebut masih berpotensi rusak jika tidak diganti dengan mempergunakan konstruksi rigid beton.

Sugeng, salah satu warga Penengahan yang sempat terjatuh di titik jalan tersebut mengaku jalan bergelombang kerap tidak terlihat dari jauh. Pengendara yang berjalan dengan kecepatan tinggi di titik tersebut bahkan kerap berpotensi terjungkal akibat kontur jalan bergelombang. Kondisi semakin membahayakan pada ruas Jalinsum bergelombang akibat penerangan lampu yang kurang.

Pengendara travel dan truk bersitegang di Jalinsum KM 37 akibat bersenggolan dampak kerusakan jalan [Foto: Henk Widi]
“Pengendara terkendala penerangan jalan yang minim pada titik jalan bergelombang terutama pada malam hari sehingga rentan kecelakaan,” terang Sugeng.

Terkait kerusakan jalan tersebut dengan dominan jalan bergelombang, Cendana News mencoba menghubungi Kasmir, penanggung jawab proyek perencanaan dan pengawasan jalan nasional wilayah II Provinsi Lampung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Meski nomor selulernya dalam kondisi aktif namun tidak menjawab panggilan. Sebelumnya ia menyebut perbaikan sejumlah ruas jalan terus dilakukan sebelum bulan suci Ramadan dan angkutan lebaran tahun ini.

Lihat juga...