Hari Terakhir UNBK SMK di Yogyakarta, Listrik Mati 90 Menit
Editor: Irvan Syafari
YOGYAKARTA — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk siswa SMK di Kota Yogyakarta pada Kamis (05/04/2018) hari ini diwarnai terputusnya aliran listrik di sejumlah sekolah.
Padamnya aliran listrik sekitar 1,5 jam atau 90 menit membuat pelaksanaan UNBK hari terakhir untuk mata pelajaran Teori Kejuruan menjadi terganggu.
Salah seorang siswa Febi Antika, kelas 12 Program Busana I, SMK Negeri 4 Yogyakarta menyebut, aliran listrik di sekolahnya tiba-tiba terputus pada pukul 09.15 WIB saat ujian sesi pertama sedang berlangsung. Padahal waktu ujian masih menyisakan sekitar 15 menit dari jadwal.
“Sesuai jadwal, kita memulai ujian pukul 7.30 dan selesai pukul 09.30 WIB. Namun sekitar pukul 9.15 listrik tiba-tiba mati. Dan baru hidup sekitar pukul 10.45,” katanya, Kamis (5/4/2018).
Akibat tidak adanya genset yang disiapkan pihak sekolah, para siswa pun mengaku harus menunggu hingga listrik kembali menyala. Untungnya secara otomatis, jawaban siswa yang telah dikerjakan langsung tersimpan begitu komputer mati. Sehingga mereka tidak perlu mengulang mengerjakan soal ujian dari awal.
“Untung kita sudah selesai mengerjakan, jadi tidak masalah. Tapi ada siswa lain yang belum selesai, namun mereka diberi tambahan waktu menyelesaikan soal, begitu listrik menyala,” katanya.
Kepala Sekolah SMKN 4 Yogyakarta Setyo Budi, sendiri mengakui adanya peristiwa matinya aliran listrik saat ujian nasional berlangsung. Ia sudah melaporkan dan mengkoordinasikan hal tersebut ke pihak Disdikpora DIY. Sesuai ketentuan SOP UNBK, jika ada peristiwa mati listrik lebih dari 1 jam, maka ujian bagi siswa dapat di ulang di sesi berikutnya.
“Kita koordinasi dengan pihak Disdikpora. Untuk siswa yang jawabannya belum tersimpan, bisa mengulang di sesi ke 4. Sementara untuk waktu pelaksanaan UNBK bagi siswa sesi kedua dan ketiga terpaksa diundur,” katanya.
Di SMKN 4 Yogyakarta sendiri tercatat ada sebanyak 523 siswa peserta UNBK untuk tahun ajaran 2017/2018 ini. Mereka mengerjakan UNBK di 5 ruang kelas, dengan dibagi sebanyak 3 sesi waktu berbeda. Masing-masing kelas rata-rata diisi sekitar 36-40 siswa peserta Ujian Nasional.
“Kita memang tidak siapkan genset karena sekolah belum punya, sehingga harus menyewa. Sebenarnya pihak PLN kemarin sudah berjanji akan mendukung pelaksaaan UNBK ini dengan tidak melalukan pemadaman. Namun ternyata terjadi kendala kerusakan teknis sehingga listrik mati. Ke depan kita sedang upayakan membeli genset sendiri,” pungkasnya.