Fender Dermaga Tertabrak, Perusahaan Pelayaran Terkait Siap Perbaiki

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Fender nomor 10 di dermaga II Pelabuhan Bakauheni mengalami kerusakan dengan posisi miring dan bagian penahan yang dicor rusak akibat tertabrak kapal yang akan sandar.

Saat dikonfirmasi Cendana News, Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia, Sugeng Purwono membenarkan insiden tertabraknya fender oleh KMP Nusa Putera tersebut yang terjadi pada Jumat siang (14/4/2018) saat kapal berangkat dari Pelabuhan Merak dan akan sandar di Bakauheni. Lokasi fender tertabrak disebutnya sudah diberi tanda pembatas dan perusahaan pelayaran akan memperbaiki kerusakan fender tersebut.

Sugeng Purwono juga menyebut kerusakan fender tidak berpengaruh pada kapal roll on roll off (Roro) yang sandar di dermaga dua. Sebab dari sebanyak 10 fender kapal kapal yang bersandar dominan mempergunakan fender nomor 1 hingga fender nomor 7.

Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia, Sugeng Purwono. Foto: Henk Widi

Aktivitas kapal pasca-insiden fender tertabrak KMP Nusa Putera tersebut bahkan tidak terganggu karena kondisi cuaca dalam keadaan normal. KMP Nusa Putera sesuai jadwal reguler sandar di dermaga III Pelabuhan Bakauheni dan menabrak fender saat akan melakukan olah gerak sandar.

“Kondisi cuaca di perairan cukup normal dengan kecepatan angin tidak terlalu besar namun arus bawah diduga menjadi penyebab kapal menyenggol fender,” terang Sugeng Purwono, selaku manajer operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (14/4/2018).

Pantauan Cendana News pasca-insiden tersebut fender atau bumper yang digunakan untuk meredam benturan yang terjadi pada saat kapal akan sandar di kapal dermaga dua tersebut masih diberi garis pembatas.

Bagian tembok penahan terlihat hancur dan retak sementara lantai pada area tambat kapal dengan paving blok berserakan akibat kerasnya benturan pada bagian buritan sebelah kanan.

Saat ditemui di kantornya, Joko, salah satu petugas di perusahaan pelayaran PT. Perusahaan SP Ferry pemilik KMP Nusa Putera menyebut kerusakan fender akan diperbaiki.

Joko bahkan menyebut sudah berkoordinasi dengan pihak PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni sebagai penyedia fasilitas pelabuhan. Selain dengan pihak ASDP koordinasi juga sudah dilakukan dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni.

“Tertabraknya fender oleh kapal Nusa Putera sudah dicek dan perbaikan menjadi tugas petugas kami, untuk jelasnya Senin nanti silakan bertemu dengan kepala cabang,” terang Joko.

Kerusakan pada bagian buritan KMP Nusa Putra sebelah kanan akibat menabrak fender [Foto: Henk Widi]
Kapal Nusa Putera milik perusahaan pelayaran SP. Ferry tersebut memiliki IMO: 8314562, MMSI: 525005357, Call Sign: YBC02, Flag: Indonesia, Gross Tonnage: 14588, Year Built: 1985, length overall x breadth extreme : 136.02 m x 22.56 m. Kapal roro tersebut juga memiliki kapasitas muatan maksimal 270 kendaraan campuran dan 400 muatan penumpang pejalan kaki.

Terkait tertabraknya fender nomor 10 pada dermaga II Pelabuhan Bakauheni,
Ferry Hendry Yamyn, petugas keselamatan berlayar penjagaan dan patroli (KBPP) kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni menyebut sudah mendapat laporan. Ia menyebut, saat dilakukan pengecekan kondisi kapal tidak mengalami kerusakan meski membentur fender.

“Kami sudah mendapat laporan dari petugas jaga dan perusahaan akan mengganti rugi kerusakan fender tersebut,” terang Ferry Hendry Yamyn.

Koordinasi disebutnya akan dilakukan pihak ASDP sebagai pihak yang berwenang atas pelabuhan. Selain itu kerusakan yang akan segera diperbaiki dipastikan tidak akan menganggu aktivitas pelayaran di pelabuhan Bakauheni menuju ke Merak dan sebaliknya.

Lihat juga...