2019, Kemendikbud Targetkan Pelaksanaan UNBK SMP 80 Persen

Editor: Irvan Syafari

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy-Foto: Dok CDN

PADANG — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengatakan saat ini pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di seluruh Indonesia baru mencapai 62 pesen.

Ia mengatakan, persoalan masih minimnya sekolah yang melangsungkan UNBK untuk SMKP, tidak terlepas dari persoalan fasilitas untuk melaksanakan UNBK. Seperti untuk daerah yang tergolong tertinggal serta tidak didukungnya listrik dan akses internet.

“Untuk persoalan listrik dan yang lainnya kepala daerah perlu menyampaikan kondisi itu kepada pihak terkait. Supaya segera diselesaikan dan UNBK pun bisa dilaksanakan secara merata,” katanya di saat meresmikan Gedung Muhammad Yamin yang berada di komplek LPMP Sumbar, di Padang Kamis (26/4/2018).

Muhadjir Effendy mengaku untuk mencapai target pelaksanaan UNBK SMP sampai 100 persen akan membutuhkan waktu yang lama. Karena saat ini masih terdapat daerah di berbagai provinsi di Indonesia yang tertinggal. Apabila daerah tertinggal tuntas di Indonesia ini, maka akan beriringan dengan itu, UNBK kemungkinan besar akan dilaksanakan 100 persen.

Sementara jika dilihat pada pelaksanaan UNBK tingat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, sudah cukup bagus. Memang belum sampai 100 persen, tapi hanya sedikit sekolah yang belum melaksanakan UNBK. Persoalan belum, juga sama dengan persoalaan sekolah yang ada di tingkat SMP.

“Tadi saya sempat ke sejumlah sekolah di Padang ini untuk melihat pelaksanaan ujian nasionalnya. Saya kaget, ternyata masih ada sekolah di Padang yang melaksanakan ujian nasionalnya dengan kertas,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan di Sumbar sendiri masih terdapat sejumlah nagari atau desa yang tergolong tertinggal. Secara garis besar nagari itu tersebar di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Solok Selatan.

“Rata-rata daerah yang tertinggal di Sumbar tidak melakukan UNBK dan masih melaksanakan ujian nasional menggunakan kertas,” ujarnya.

Nasrul berharap kondisi fasilitas seperti komputer dan perangkat lainnya dapat dibantu kepada sekolah yang masih belum bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Harapan itu sembari pemerintah di daerah melakukan persiapan seperti listrik.

Sedangkan terkait pelaksanaan UNBK di Sumbar, Nasrul menyebutkan sejauh ini berjalan lancar dan aman, meski ada beberapa kendala seperti mati lampu. Namun untuk persoalan mati lampu, telah diantisipasi oleh pihak sekolah dengan menyediakan genset.

Lihat juga...