Belum Bertanding, PSIM Sudah Kena Pengurangan 9 Poin
Editor: Irvan Syafari
YOGYAKARTA –– Malang betul nasib PSIM Yogyakarta musim ini. Belum lagi bertanding, tim berjuluk Laskar Mataram harus menanggung dosa masa lalu. PSIM mendapat sanksi pengurangan poin. bukan cuma satu, tapi PSIM langsung mendapat pengurangan 9 poin.
Kepastian sanksi pengurangan poin PSIM terungkap dalam surat PT Liga Indonesia Baru (LIB) tanggal 25 April, kemarin. Pada surat bernomor 153/LIB/IV/2018 yang ditandatangani CEO Risha A Widjaya dijelaskan bawa PSIM dihukum pengurangan sembilan poin pada kompetisi Liga 2 musim 2018.
Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastawa mengaku tidak bisa berbuat banyak. Tim harus legawa menerima sanksi yang dijatuhkan terhadap klub, meski pun sanksi itu merupakan dosa masa lalu yang harus ditanggung pengurus saat ini.
Jarot mengungkapkan, sanksi pengurangan poin bagi PSIM bermula dari aduan tiga mantan pemain PSIM, Emile Linkers, Cristian Adelmund, dan Lorenzo Rimkus ke FIFA. Mereka pengadukan pembayaran gaji yang tidak tuntas selama berkostum biru milik Laskar Mataram pada musim kompetisi 2012 silam.
Totaal gaji yang belum terbayarkan sebanyak Rp700 juta, ditambah bunga lima persen per tahun dan biaya administrasi. Jika diakumulasi, maka beban PSIM agar terbebas dari beban itu mencapai hampir Rp1 miliar.
Jarot mengungkapkan, FIFA melalui PSSI telah memberikan tenggat bagi PSIM untuk melunasi sisa gaji ketiga pemain asal Belanda tersebut pada Oktober tahun lalu. Namun, karena status kompetisi masih belum pasti, PSIM akhirnya belum bisa berbuat banyak sehingga membuat tenggat yang diberikan terlewati.
“Pengurangan sembilan poin itu, karena kita melewati tenggat waktu yang diberikan. Bunganya masih terus berjalan sampai sekarang. Kalau tetap tidak dibayar, maka PSIM akan didegradasi ke Liga 3. Apa iya, PSIM nanti bermain dengan Gama dan UAD,” ungkap Jarot.
Dengan kondisi ini, lanjut Jarot, pihaknya tetap akan bersusaha menyelesaikan dosa yang dibuat manajemen lama.
“Tetap akan kita selesaikan daripada terdegradasi ke Liga 3,” katanya.