Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto Membutuhkan Sedikitnya Rp400 Miliar

Editor: Irvan Syafari

YOGYAKARTA — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo, menyebut setidaknya dibutuhkan anggaran mencapai Rp4000 miliar lebih untuk bisa menyelesaikan proses pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo, yang mangkrak sejak 2003 lalu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kulonprogo, Sudarna, menyatakan perkiraan dana tersebut muncul dari hasil review yang dilakukan pemerintah setempat. Yakni untuk membangun pemecah ombak, atau breakwater, di kedua sisi pelabuhan yang sangat vital sebagai jalur keluar-masuknya kapal-kapal besar ke pelabuhan.

“Saat ini masih kurang pemecah gelombang. Untuk sisi timur itu masih kurang 170 meter, sehingga totalnya nanti menjadi sepanjang 390 meter. Sedangkan untuk sisi barat baru dibangun 240 meter, sehingga masih kurang 120 meter lagi,” katanya saat menyambut Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Haryadi SE, Titiek Soeharto, yang maninjau pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo, Jumat (09/03/2018).

Dengan kebutuhan dana yang sangat besar itu, Pemerintah Daerah dengan kondisi APBD yang ada dikatakan mustahil untuk bisa memenuhi kebutuhan pembangunan pelabuhan tersebut. Sehingga pemerintah daerah hanya bisa berharap kelanjutan proses pembangunan pelabuhan dari sokongan anggaran pemerintah pusat.

“Kami sangat menyambut baik kunjungan ibu Titiek Soeharto ini. Karena kami berharap melalui jalur politis, bisa menyuarakan agar pemerintah pusat segera memprioritaskan penyelesaian proses pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, menilai anggaran senilai kurang kebih Rp400 miliar itu semestinya dapat dipenuhi oleh pemerintah pusat. Salah satunya dengan mengucurkan dana secara berkala setiap tahunnya.

“Pemerintah ada anggarannya. Katakanlah bisa dikucurkan secara bertahap. Yang terpenting jadi skala prioritas. Saya kira (penyelesaian pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto) Ini harus jadi skala prioritas. Karena ini kan DIY,” katanya.

Lihat juga...