Pentingnya Anak Diajarkan Menjaga Kesehatan Gigi sejak Dini
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG — Taman Kanak-Kanak (TK) PGRI Pasuruan mengajarkan anak-anak menyikat gigi pada setiap pekan, sebagai upaya memberi pengetahuan pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini.
Kepala TK PGRI Pasuruan, Rumsih, menyebut program itu merupakan kegiatan rutin agar siswa terlatih menjaga kebersihan gigi. Selain itu, juga cuci tangan bersama dengan sabun cair sebagai upaya menanamkan kebiasaan positif dalam bidang kesehatan.
Menurutnya, kegiatan menjaga kesehatan gigi dan mulut mendapat dukungan alat peraga berupa model pembelajaran gigi (Dental Study Model) bentuk gigi dan rahang untuk praktek sikat gigi dari UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Rawat Inap Penengahan.
Rumsih menyebut, memelihara kesehatan gigi dimulai dengan cara yang sangat sederhana, sehingga sejak dini siswa diajak menyikat gigi secara rutin.
“Setiap bulan petugas dari UPT Puskesmas rawat inap Penengahan melakukan pemeriksaan gigi untuk mengkampanyekan cara menyikat gigi, memeriksa kebersihan telinga dan pemeriksaan kesehatan lainnya,” terang Rumsih, Jumat (9/3/2018).
Selain melakukan kegiatan pembersihan gigi yang benar, Rumsih juga menganjurkan siswa memeriksa kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi dengan didampingi oleh orang tua. Pemeriksaan gigi dan mulut ke dokter gigi bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali, agar gigi tetap terawat. Sementara, fasilitas untuk kegiatan sikat gigi rutin di TK PGRI meliputi pasta gigi, sikat gigi dan cangkir.
“Setiap siswa sudah disediakan sikat gigi dengan nama yang tertera di sikat agar tidak tertukar, karena dianjurkan tidak boleh berbagi sikat gigi dengan orang lain,” ujar Rumsih.
Anjuran untuk tidak mempergunakan sikat gigi bersama, kata Rumsih, dilakukan di sekolah dan di rumah. Akan sangat baik jika satu sikat gigi digunakan hanya untuk satu orang. Sikat gigi yang sudah dipakai satu orang sangat mungkin menjadi tempat menempel mikroorganisme yang berbahaya dari sisi kesehatan.
Kepada para siswa, ia juga menganjurkan, setelah sikat gigi dipergunakan harus dilakukan pembilasan sebelum disimpan. Arahan untuk disiplin mengikuti pola hidup sehat dalam hal menjaga kesehatan gigi dan mulut juga kerap disampaikan kepada orang tua siswa.
“Saat ada pertemuan melibatkan ibu para siswa, kita selalu anjurkan agar anak-anak disiapkan sikat gigi khusus, agar tidak menggunakan sikat gigi orang lain,” terang Rumsih.
Khusus untuk pemeriksaan kesehatan lain, pemberian imunisasi, TK PGRI juga bekerja sama dengan Posyandu.
Posyandu yang dilakukan di kantor balai desa setiap tanggal 18 tiap bulan di antaranya pemeriksaan tinggi badan, berat badan serta pemeriksaan kesehatan lain oleh petugas Posyandu.
Siswa TK PGRI Pasuruan yang terdiri dari dua kelompok, di antaranya kelompok A sebanyak 14 siswa, kelompok B sebanyak 22 siswa, saat ini diajar dengan tenaga pendidik sebanyak 4 orang, termasuk Rumsih selaku Kepala TK.
Khusus untuk pengajaran menjaga kebersihan tangan, di depan pintu kelas disediakan juga galon air, sabun cair dan lap tangan.
“Setiap selesai melakukan aktivitas di luar seperti bermain, membersihkan sampah dan makan, siswa dianjurkan cuci tangan di lokasi yang disediakan,” terang Rumsih.
Berbagai contoh cara menjaga kebersihan gigi, mulut dan tangan diakuinya selain dilakukan di sekolah dianjurkan dilakukan di rumah. Kebiasaan positif yang dianjurkan sejak dini tersebut diharapkan bisa dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari, dengan kesadaran dari siswa menciptakan kesehatan personal yang baik.