Pakar: Pelemahan Rupiah Dikhawatirkan Dongkrak Harga Barang

Ilustrasi/Dok: CDN

MANADO — Pakar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Agus T Poputra pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan mendongkrak harga barang.

“Yang ditakutkan barang impor ataupun produk yang ada kandungan bahan impor akan naik cukup signifikan,” kata Agus di Manado, Selasa.

Agus mengatakan dengan adanya pelemahan rupiah, maka pengimpor pasti akan langsung menaikkan harga, padahal kemungkinan masih masih persediaan lama yang dibeli sebelum ada depresiasi rupiah.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah harus melakukan antisipasi, jangan sampai barang stok lama kemudian ikut dinaikkan karena adanya pelemahan rupiah,” jelasnya.

Dalam kondisi saat ini, kata Agus dampaknya memang dampaknya masih kecil karena pelemahan rupiah belum terlalu drastis.

Tetapi pengimpor, katanya, pasti akan terus melakukan pembelian produk baru, saat itulah mereka mulai akan melakukan penyesuaian dengan harga baru..

Dia sambil menyebut pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada posisi (19/3) Senin pagi kemarin bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp13.762 dibanding posisi sebelumnya Rp13.747 per dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud mengatakan pada Februari 2018 hanya golongan plastik dan barang dari plastik, besi dan baja, dan roduk keramik yang mengalami kenaikan nilai.

Namun, katanya, secara keseluruhan nilai impor Sulut mengalami penurunan hampir di semua komoditas.

Nilai impor Sulawesi Utara pada Februari 2018 turun 75 persen dari nilai impor Januari 2018 (m-tom) dan turun 86,4 persen dari nilai impor Februari 2017 (y-on-y).

Impor pada bulan Februari 2018 sebesar 2.857,5 juta dolar Amerika Serikat sedangkan di Januari masih lebih tinggi yakni sebesar 11,421,7 juta dolar Amerika Serikat.[ant]

Lihat juga...