NTB Masih Kekurangan Dokter Hewan
MATARAM – Nusa Tenggara Barat masih kekurangan sumber daya manusia dokter hewan. Keberadaanya dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan dan pencegahan penyakit di setiap kecamatan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat (NTB) H Aminurrahman mengatakan, idealnya pelayanan kesehatan hewan tersebut ada di setiap kecamatan. “Jumlah dokter hewan kurang dari 100 orang, sedangkan jumlah kecamatan sebanyak 114 orang. Jadi belum ideal,” kata H Aminurrahman, Sabtu (3/3/2018).
Dengan kondisi tersebut, ada satu pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang memiliki satu orang dokter hewan harus melayani lebih dari satu kecamatan. Sementara dalam rangkat memenuhi keinginan untuk mewujudkan NTB sebagai daerah unggulan ternak, maka keberadaan dokter hewan menjadi sangat penting. Program unggulan ternak terutama sapi dan kerbau di NTB di usung dengan jargon Bumi Sejuta Sapi (BSS).
Aminurrahman menyebut, tugas dokter hewan juga mencakup perlindungan kehidupan dan kesehatan hewan. Termasuk risiko yang ditimbulkan dari masuk, berkembang atau menyebar hama, penyakit, organisme penyebar penyakit. Keberadaan dokter hewan juga untuk melindungi kehidupan dan kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan, terkontaminasi, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
Selain itu, melindungi kehidupan dan kesehatan manusia dari risiko timbul penyakit yang terbawa oleh hewan, produk, masuk, berkembang, dan menyebar hama penyakit. “Tugas dokter hewan juga berat karena yang utama adalah mencegah manusia tidak diserang penyakit bersumber dari hewan, seperti flu burung, antraks dan penyakit hewan menular lainnya,” jelasnya.
Upaya untuk mengatasi kekurangan tersebut dilakukan dengan siasat mengoptimalkan peran dan fungsi petugas peternakan di setiap kecamatan. Selain juga memaksimalkan keberadaan 102 tenaga harian lepas (THL) yang dibiayai dari APBN dengan latar belakang pendidikan dokter hewan maupun paramedis.
“Kami juga tetap berupaya mengajukan usulan formasi calon pegawai negeri sipil untuk dokter hewan setiap tahun sampai terpenuhi jumlah ideal,” pungkasnya. (Ant)