Kadin Banten: Pertumbuhan Pengusaha Capai 5 Persen Per Tahun
LEBAK — Wakil Ketua Kamar Dagang Industri Provinsi Banten Agus Wisas mengatakan jumlah pengusaha di daerah ini bertambah sekitar 4-5 persen per tahun sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.
“Kita terus mendorong para pengusaha baru itu agar meningkatkan sumber daya manusia (SDM) juga kompetensi di bidang usaha,” kata Agus Wisas di Lebak, Sabtu (3/3).
Untuk mencetak pengusaha baru itu, pihaknya bekerja keras mengoptimalkan sosialisasi dan seminar di berbagai perguruan tinggi di Banten agar dapat menciptakan kewirausahaan.
Selama ini, kebanyakan pemikiran mahasiswa setelah lulus nanti tertumpu harapan menjadi pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan enggan menjadi pengusaha.
Pemikiran mahasiswa seperti itu, tentu salah dan jauh tertinggal karena jumlah penerimaan ASN relatif terbatas.
Ia mengajak mahasiswa agar berperan menjadi pengusaha guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
Kehadiran pengusaha tentu bermitra dengan pemerintah daerah sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Kadin Banten terus mengoptimalkan sosialisasi dan seminar kepada mahasiswa agar memiliki jiwa “entreveneur” atau pengusaha.
“Saya kira negara sangat membutuhkan pengusaha untuk membantu program pemerintah,terlebih saat ini sudah diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga ekonomo global,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, pihaknya mengapresiasi populasi pengusaha baru di Banten cenderung meningkat sekitar 4-5 persen per tahun.
Penambahan pengusaha itu tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah juga menyerap lapangan pekerjaan.
Namun, kebanyakan pengusaha baru itu bergerak di bidang jasa kontruksi bangunan maupun jalan.
“Kami mendorong pengusaha baru memiliki SDM dan kompetensi dibidangnya hingga bisa menjadi pengusaha nasional,” katanya sambil berharap.
Ia mengatakan, potensi kekayaan sumber daya alam (SDA) Banten cukup melimpah sehingga membutuhkan pengusaha untuk menggali potensi alam tersebut.
Potensi SDA itu antara lain sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.
Selain itu Provinsi Banten juga menjadikan pusat perdagangan dan jasa karena berdekatan dengan DKI Jakarta.
Apabila, potensi alam itu digarap pengusaha baru tentu bisa menggulirkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga bermuara mensejahterakan masyarakat.
“Kita tidak henti-hentinya mensosialisasikan kepada mahasiswa agar menciptakan pengusaha baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, sejumlah mahasiwa STIE Latansa Mashiro Rangkasbitung mengatakan bahwa kalangan mahasiswa menyambut positif Kadin Provinsi banten mensosialisasikan kewirausahaan agar tertarik menjadi pengusaha.
Selama ini, mahasiswa kurang melirik menjadi pengusaha dengan alasan terbentur permodalan.
Namun, melalui sosialisasi dan seminar kewirausahaan tentu mahasiswa sangat tertarik menjadi pengusaha.
“Kami berkomitmen setelah lulus nanti akan menggeluti usaha di bidang properti dan tidak mau menjadi PNS,” kata Maman Wahyudin, seorang mahasiswa semester akhir di STIE Latansa Mashiro Rangkasbitung (Ant).